Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
13 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
11 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
12 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
14 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
5
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
11 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
6
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
GoNews Group
11 jam yang lalu
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
Home  /  Berita  /  DPR RI

DPR Minta Negara Hadir untuk Masyarakat Rentan melalui RAPBN 2021

DPR Minta Negara Hadir untuk Masyarakat Rentan melalui RAPBN 2021
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bidang Kesra/Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist.)
Selasa, 18 Agustus 2020 17:07 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bidang Kesra, Muhaimin Iskandar menilai, RAPBN 2021 yang disampaikan pemerintah pada Rapat Paripurna 14 Agustus 2020, cukup menggambarkan komitmen pemerintah dalam upaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi.

“Hanya, realisasi harus cepat dan tepat agar target pertumbuhan tidak meleset,” tegas Gus Ami, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, Selasa (18/8/2020). 

Muhaimin menegaskan, pembangunan-pembangun sektor ekonomi yang terus digenjot pemerintah juga tidak boleh mengabaikan pembangunan sektor sumber daya manusia.

“Sekali lagi saya tegaskan, masyarakat menengah ke bawah harus menjadi prioritas utama dalam desain besar pembangunan kita. Ini harus menjadi momentum untuk perbaikan di semua lini,” kata Gus Ami, sapaan akrab Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dalam RAPBN 2021, Gus Ami mengungkapkan, anggaran pemulihan ekonomi mencapai Rp 356,5 triliun. Anggaran sebesar itu, menurut Gus Ami, salah satunya diperuntukkan untuk skema-skema Perlindungan Sosial sebesar Rp 110, 2 triliun, dukungan UMKM sebesar Rp 48,8 triliun, Pembiayan Koperasi Rp 14, 9 triliun, dan Insentif Dunia Usaha sebesar Rp 20,4 triliun.

Dari anggaran sebesar itu, kata Gus Ami, masyarakat menengah ke bawah harus dipastikan menjadi pihak yang menerima manfaat. Hal ini penting agar mereka tidak menjadi kluster baru penambahan jumlah masyarakat miskin, meski memang sangat rentan.

“Problem kita selalu sama dan klasik. Kesemrawuran data sehingga bantuan sosial tidak tepat dan salah sasaran. Selain tentu kelambatan dalam realisasi karena problem birokrasi. Ini harus dibenahi,” pinta Gus Ami.

Muhaimin menegaskan, sebagai salah satu instrumen kehadiran negara terhadap rakyatnya, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 ini baru akan bermakna ketika memang berdampak terhadap kesejahetraan masyarakat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Ekonomi

wwwwww