Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
21 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
20 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
5
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
15 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
6
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Peristiwa
15 jam yang lalu
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Gelaran Pesta Musik Pantai di Wuhan Menyusul Dibukanya 400an Destinasi Wisata, Bagaimana Harapan di Indonesia?

Gelaran Pesta Musik Pantai di Wuhan Menyusul Dibukanya 400an Destinasi Wisata, Bagaimana Harapan di Indonesia?
Gambar: Tangkapan layar video youtube AFP.
Selasa, 18 Agustus 2020 20:57 WIB

JAKARTA - AFP melansir sebuah video yang menunjukkan bagaimana muda-mudi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, memenuhi Wuhan Maya Beach Water Park, akhir pekan kemarin. Tak nampak protokol kesehatan di tengah ratusan muda-mudi yang tengah dalam suasana pesta itu.

Pemandangan ini menimbulkan banyak pertanyaan, mengingat, kota itu merupakan pusat corona pertama di dunia pada Desember 2019. Sebelum virus yang kemudian disebut sebagai Covid-19 masuk ke Indonesia di muka tahun 2020. 

Otoritas setempat dikabarkan sempat mengonfirmasi bahwa tak ada kasus baru sejak pertengahan Mei di Wuhan. Pemerintah provinsi juga telah membuka 400 area wisata untuk mendorong turis masuk, guna menggenjot ekonomi pasca pandemi.

Meski begitu, dalam lansiran CNBC Indonesia disebut, sejumlah provinsi lain di China tengah menghadapi serangan Covid-19 meski tak sebesar Wuhan. Makanan beku impor menjadi salah satu penyebab kembalinya wabah itu.

Demikian di Wuhan, lain hal dengan di Indonesia. Ekonomi di Indonesia belum dikabarkan membaik sejak Indonesia memasuki resesi teknikal.

Kabar terbaru hari ini, Selasa (18/8/2020) Direktur Utama Pasar Jaya, Arief Nasrudin dikabarkan positif virus Covid-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza), menyatakan kabar tersebut juga sampai ke Balai Kota tapi Ia belum sempat melakukan pengecekan.

Sementara sektor pariwisata dan industri hiburannya belum terdengar kabar positif. Meskipun, pada 20 Juli 2020 lalu, Ketua Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian telah menyatakan dorongannya atas pemulihan sektor pariwisata.

“Transportasi adalah salah satu kunci dalam pariwisata. Fokus kita ada pada penerapan protokol kesehatan. Karena penerapan protokol yang longgar akan menimbulkan rasa tidak aman sehingga jumlah wisatawan menurun,” kata Hetifah dalam sebuah pernyataan.

Menanggapi kabar dibukanya 400 area wisata di Wuhan dan pagelaran musik Wuhan Maya Beach, Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) berharap pemerintah dapat segera memberi angin segar dan industri hiburan serta pariwisata di Ibu Kota Jakarta bisa kembali bergeliat.

“Setiap pengusaha yang sudah siap secara Protap dan siap taat serta siap ditindak apabila melanggar Protap, mohon diberi haknya untuk mensimulasikan usahanya,” kata Ketua Umum Asphija, Hana Suryani dalam melalui pesan singkat, Selasa (18/8/2020).

Ia berpandangan, akan lebih baik jika pemerintah berfokus pada ketaatan individu pengusaha guna menghidupkan kembali ekonomi sektor ini.

“Jangan memasukan sebuah hak berusaha pada sebuah industri, ini tidak adil. Karena ketaatan dan pelanggaran ada pada pengusaha, bukan industrinya,” pungkas Hana yang sebelumnya mengaku harus 'mengemis sana-sini' dalam memperjuangkan hajat hidup para pekerja industri hiburan.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Internasional, Nasional, Ekonomi, Peristiwa, Umum

wwwwww