Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Kriminal

Netty Heryawan Tegaskan Komitmen Pengawasan Perlindungan PMI

Netty Heryawan Tegaskan Komitmen Pengawasan Perlindungan PMI
Rabu, 19 Agustus 2020 18:18 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Netty Prasetiyani Heryawan menilai, ironi ketika ada amanat anggaran pendidikan nasional sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tapi tenaga kerja lokal masih saja terganjal persoalan kompetensi.

“Hari ini agak aneh rasanya, ada mandatory spending 20 persen untuk pendidikan. Tapi masih ada masalah kompetensi bagi tenaga kerja kita sehingga kita masih memasukkan tenaga kerja asing,” kata Netty saat menjadi pembicara undangan dalam webinar bertajuk ‘Menguatkan Perlindungan Hukum bagi Pekerja Migran di Masa Pandemi,”. 

Dalam webinar yang berlangsung Rabu (19/8/2020) itu, Netty menyayangkan masih adanya persoalan Indonesia dimasuki Tenaga Kerja Asing (TKA), sementara, “tenaga kita sendiri akhirnya banyak yang harus berjuang baik dengan G to G ataupun B to B,”.

Politisi PKS yang disertasinya juga membahas soal PMI Hongkong itu menegaskan, dirinya berkomitmen untuk menyampaikan hal-hal penting terkait pengawasan (yang bisa ditindaklanjuti, red) oleh Komisi IX DPR RI.

Untuk diketahui, berbagai persoalan PMI (Pekerja Migran Indonesia) mengemuka dalam webinar tersebut. Perwakilan-oerwakilan PMI yang hadir, mengungkap persoalan-persoalan mereka. Di antaranya, terkait dengan perlindungan sosial.

Hadir dalam webinar tersebut, perwakilan BP2MI, perwakilan PMI, perwakilan Koalisi Lawan Corona (KLC), perwakilan dari Persatuan Advokat Indonesia (Peradi), perwakilan BANA & Co. Law Firm, dan lainnya. Webinar juga disiarkan melalui Bravos Radio.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Ekonomi
wwwwww