Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
Peristiwa
17 jam yang lalu
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
2
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
10 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
3
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
MPR RI
18 jam yang lalu
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
4
Imbang Lawan Qatar, Shin Tae Yong: Stamina Pemain Semakin Membaik
Sepakbola
24 jam yang lalu
Imbang Lawan Qatar, Shin Tae Yong: Stamina Pemain Semakin Membaik
5
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
6
Bima Sakti Panggil 30 Pemain Ikuti TC Timnas U 16
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bima Sakti Panggil 30 Pemain Ikuti TC Timnas U 16
Home  /  Berita  /  Politik

Puji Kesultanan Sumenep, Gus Jazil: Disinilah Penyebaran Islam Tetap Menghormati Budaya

Puji Kesultanan Sumenep, Gus Jazil: Disinilah Penyebaran Islam Tetap Menghormati Budaya
Kamis, 20 Agustus 2020 23:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SUMENEP - Saat berada di Keraton Sumenep yang berada di Kota Sumenep, Jawa Timur, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memuji peran kesultanan yang dibangun pada tahun 1781 dalam proses penyebaran agama Islam di Pulau Madura.

Pada saat itu kondisi masyarakat di sana masih menjalankan tradisi dan budaya sebelum Islam datang ke pulau garam.

Menghadapi yang demikian, para Raja tetap menghargai kebiasaan dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat. 

"Islam hadir di Sumenep tanpa menghilangkan budaya-budaya yang ada,” ujarnya. 

Para Raja menurutnya tidak kaku dalam masalah-masalah tertentu ketika mereka berdakwah. "Hingga Islam bisa berpadu antara ajaran agama dengan budaya, sehingga peradaban dan kerukunan tetap terjaga," tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Kamis (20/8/2020).

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu berharap, apa yang ada di Sumenep saat ini, yakni perpaduan antara Islam dan Budaya, tetap berjalan dengan baik.

"Bangunan fisik makam para Raja dan Wali tetap bisa dirawat dan dijaga," ujarnya.

Ditegaskannya tradisi dan syiar harus tetap dihidupkan. Bila orang datang ke Sumenep, menurut pria yang akrab disapa Gus Jazil ini, Ia yakin mereka akan ingat bahwa di tempat ini Islam menghargai kebudayaan.

Dia tidak berharap orang datang ke Sumenep hanya sekadar tahu dan mencari sumber daya alam. "Tapi rasakan juga keserasian antara agama Islam dan budaya masyarakat," paparnya.

Dengan merawat apa yang ada, Gus Jazil yakin semangat perjuangan para Raja akan terus hidup dan menggelora di tengah masyarakat Madura dan Indonesia.***


wwwwww