Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
2
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
10 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
3
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
MPR RI
18 jam yang lalu
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
4
Imbang Lawan Qatar, Shin Tae Yong: Stamina Pemain Semakin Membaik
Sepakbola
24 jam yang lalu
Imbang Lawan Qatar, Shin Tae Yong: Stamina Pemain Semakin Membaik
5
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
6
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
Peristiwa
19 jam yang lalu
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
Home  /  Berita  /  MPR RI

Tumbuhkan UMKM, Pimpinan MPR Dukung Perombakan Gedung Sarinah

Tumbuhkan UMKM, Pimpinan MPR Dukung Perombakan Gedung Sarinah
Jum'at, 21 Agustus 2020 22:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy


JAKARTA - Gedung Sarinah, Jakarta Pusat saat ini tengah dirombak total. Rencananya, gedung tersebut akan dimanfaatkan untuk sarana penjualan produk-produk lokal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rencana transformasi Sarinah menjadi etalase promosi produk lokal mendapatkan dukungan dari Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. Ia memandang, rencana tersebut tepat untuk menghidupkan kembali UMKM di saat pertumbuhan ekonomi melambat akibat pandemi Covid-19. Ia pun menekankan, PT Sarinah sebagai BUMN di bidang ritel dan perdagangan harus membantu UMKM dan koperasi agar bisa bertumbuh dengan cepat.

"Sebenarnya konsep ini sudah saya rintis dan sudah berjalan saat saya menjadi menteri, dengan konsep membantu pemasaran produk-produk UMKM dan Koperasi seluruh Indonesia di Gedung SMESCO Jakarta, milik Kementerian Koperasi & UKM RI. Saya juga membangun mitra antara pelaku UMKM & koperasi dengan pelaku ritel swasta besar agar rantai distribusi produk UMKM dan koperasi bisa lebih cepat meluas, dikenal dengan efisien sehingga dengan mudah dibeli oleh konsumen. Namun konsep tersebut semua berubah dan tidak jelas di era Presiden Jokowi. Saya mendukung bila konsep tersebut dihidupkan kembali," tutur Syarief dalam keterangannya, Jumat (21/8/2020).

Menurutnya, BUMN dan UMKM adalah pilar ekonomi nasional yang dapat mewujudkan cita-cita kemandirian ekonomi.

"BUMN sebagai unit usaha pemerintah harus ada keberpihakan kepada UMKM dan koperasi sebagai representasi ekonomi rakyat yang digerakkan oleh kalangan akar rumput," sambung Syarief.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM ini mengatakan, UMKM dan koperasi adalah tulang punggung dan penyanggah utama ekonomi Indonesia. Ia merinci, UMKM dan koperasi berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB dan menyerap hingga 97% tenaga kerja.

"Sehingga, UMKM dan Koperasi adalah jalan terbaik untuk menumbuhkan kembali ekonomi nasional," lanjutnya.

Pandemi COVID-19, kata Syarief, telah membuktikan UMKM dan koperasi memegang peran penting dalam menopang ekonomi Indonesia. Ia menyebut, sektor pertanian yang digerakkan koperasi dan UMKM masih bisa bertumbuh di saat sektor lain mengalami kemerosotan.

"Hampir semua sektor usaha besar mengalami minus pertumbuhan dan menjadi penyebab jatuhnya ekonomi Indonesia hingga minus 5,32%. Hanya sektor pertanian yang ditopang oleh UMKM dan Koperasi yang masih bertumbuh," jelasnya.

Syarief mendorong agar UMKM diberi kemudahan akses pembiayaan untuk menjalankan usahanya. Ia meminta pemerintah segera merealisasikan stimulus buat UMKM.

"Selama ini, masalah terbesar yang dirasakan UMKM dan koperasi adalah sulitnya akses pembiayaan, terutama di masa Pandemi Covid-19. Harusnya, pemerintah segera merealisasikan stimulus UMKM dan jangan ditunda-tunda lagi karena saat ini stimulasi baru terealisasi sekitar 25,9%. Selain itu, akses pasar bagi UMKM dan koperasi harus dibuka melalui kerjasama dengan BUMN, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri," papar Syarief.

"Lewat UMKM dan koperasi produk-produk lokal Indonesia dapat dikembangkan menjadi lebih besar dan lebih impactful. Pemulihan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan Koperasi harus segera ditindaklanjuti sehingga krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 dapat segera ditanggulangi," tutup Syarief.***


wwwwww