Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
7 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

Sempat Ditolak 240 Ribuan Orang, Nyamuk Jantan Rekayasa Genetik akan Dilepas pada 2021

Sempat Ditolak 240 Ribuan Orang, Nyamuk Jantan Rekayasa Genetik akan Dilepas pada 2021
Pelepasan nyamuk penebar wabah Zika. (Gambar: Ist./Getty)
Minggu, 23 Agustus 2020 22:46 WIB

FORIDA - Para pejabat di badan pengawas nyamuk, Florida Keys Mosquito Control District (FKMCD) memberikan izin akhir untuk melepaskan 750 juta nyamuk yang telah dimodifikasi dalam dua tahun. Izin diberikan pada 18 Agustus 2020, saat negara-negara masih dilanda pandemi Covid-19.

Rencana ini mendapatkan banyak kritik, termasuk dari sekitar 240.000 orang yang menandatangani petisi di change.org. Mereka mengecam rencana perusahaan Oxitec untuk menggunakan negara bagian Amerika Serikat sebagai 'ladang uji coba serangga'.

Oxitec, adalah perusahaan Amerika yang berkantor di Inggris. Yang pada Mei sebelumnya, diberi izin untuk memproduksi nyamuk Aedes Aegypti jantan, yang juga disebut OX5034.

Nyamuk Aedes Aegypti dikenal sebagai penyebar penyakit seperti demam berdarah, Zika, Chikungunya dan Demam Kuning.

Nyamuk jantan hasil rekayasa genetik ini disebut membawa protein yang dapat membunuh anak-anak nyamuk betina sebelum dapat menggigit manusia. Nyamuk jantan ini hanya makan sari bunga dan akan bertahan dengan gen, sementara gennya akan menurun.

Mengutip BBBIndonesia, Minggu (23/8/2020), kelompok lingkungan Friends of the Earth, mengatakan bahwa, "dilepaskannya nyamuk yang telah direkayasa secara genetika akan menyebabkan warga Florida, lingkungan dan juga spesies yang terancam, menghadapi resiko di tengah pandemi,”. 

Lansiran itu menyebut nyamuk-nyamuk itu akan dilepas pada 2021 di Florida Keys.

Ilmuwan Oxitec mengatakan kepada kantor berita AP, "Kami telah melepaskan lebih dari satu miliar nyamuk dalam tahun-tahun terakhir ini dan tak ada potensi resiko terhadap lingkungan atau manusia,".***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, SEA Games, Basket, PON
wwwwww