Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Geruduk Istana, Ratusan Petani dari Sumut Ancam Nginap hingga Tuntutannya Dipenuhi

Geruduk Istana, Ratusan Petani dari Sumut Ancam Nginap hingga Tuntutannya Dipenuhi
Senin, 24 Agustus 2020 10:11 WIB
JAKARTA - Ratusan petani dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) yang tergabung dalam Gerbang Tani akan longmarch dari Kantor YTKI Gatot Subroto menuju Istana Negara, Jakarta pada pagi ini, Senin (24/8/2020).

Ratusan petani ini sebelumnya telah berjalan kaki selama 41 hari dari Medan ke Jakarta. Mereka telah menempuh jarak lebih dari 1800 km dan tiba di Jakarta pada Jumat (8/8) lalu.

Ketika di Jakarta, ratusan petani ini mencari keadilan dengan melakukan audiensi ke Kementerian BUMN hingga Kementerian ATR/BPN.

Ketua Dewan Pembina Gerbang Tani, Aris Wiyono mengatakan, pihaknya akan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memerintahkan para pembantunya segera menyelesaikan konflik agraria petani Simalingkar dan Mencirim dengan perusahaan plat merah PTPN II.

"Agar mengembalikan tanah yang telah dirampas oleh PTPN II sebagai perusahaan negara," kata Aris Wiyono, Senin (24/8/2020) di Jakarta.

Selain itu, Gerbang Tani juga meminta Presiden Jokowi untuk memberikan redistribusi tanah untuk petani Simalingkar dan Sei Mencirim agar para petani dapat melangsungkan hidup bersama hingga cucunya kela.

"Dengan berjalan kaki ke Jakarta kami berharap Presiden Joko Widodo bisa melihat dan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga kami petani kecil bisa mendpatkan keadilan dan kepastian hukum dari negara atas tanah yang telah kami kuasai puluhan tahun guna keberlangsungan hidup anak cucu kami," tuturnya.

Aris menegaskan, pihaknya akan mendirikan tenda-tenda di depan Istana Negara dalam menyuarakan aspirasi dan menolak bubar sebelum tuntutannya dipenuhi oleh negara.

"Kami akan bertenda di depan istana sampai dengan kami mendapatkan keadilan, sampai tuntutan dipenuhi dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, apapun resikonya akan kami tempuh," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww