Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
11 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
9 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
9 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
Ekonomi
23 jam yang lalu
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
5
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
Ekonomi
21 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
6
PSS Hadapi Persik Kediri Jadi Laga Pembuka
Sepakbola
7 jam yang lalu
PSS Hadapi Persik Kediri Jadi Laga Pembuka
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Babak Belur Dihujat Netizen, Ahok Salahkan Dirut Pertamina Tak Beri Laporan

Babak Belur Dihujat Netizen, Ahok Salahkan Dirut Pertamina Tak Beri Laporan
Kamis, 27 Agustus 2020 12:46 WIB

JAKARTA - Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihujat habis-habisan oleh netizen terkait kerugian Pertamina. Tak tanggung-tanggung, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun dituding sana sini karena sebagai dewan pengawas atau komisaris utama dianggap tidak becus mengawasi kinerja Pertamina.

Namun Ahok menganggap nyinyiran netizen tersebut merupakan hal yang biasa saja, karena mereka tidak tahu apa yang terjadi sesungguhnya. Ia pun blak-blakan terkait apa yang sesungguhnya terjadi.

Menurut Ahok, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati tidak melaporkan terkait kondisi kerugian yang di derita holding migas nasional itu kepada dewan pengawas. Padahal, Ahok telah meminta audit investigasi laporan keuangan sejak Januari 2020 lalu.

Namun sampai sekarang, Ahok sebagai ketua dewan pengawas Pertamina tidak mendapatkan laporan tersebut dari dewan direksi. Padahal sebagai dewan pengawas berhak mendapatkan laporan audit investigasi dari dewan direksi secara utuh untuk melihat kondisi perusahaan masih sehat atau sedang sakit karena harus menelan kerugian besar.

"Jadi sejak Januari sudah ada audit investigasi yang kami minta, termasuk perubahan sistem tapi tidak dikasih. Silahkan tanya ke direksi," ujar Ahok seperti dilansir GoNews.co dari SindoNews, di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Ahok menyayangkan sikap dirut Pertamina yang terkesan menutup-nutupi audit investigasi perusahaan karena tidak dilaporkan kepada Ahok selaku dewan pengawas. Padahal sesuai regulasi komisaris utama berhak memperoleh hasil audit investigasi tujuannya untuk mengawasi kinerja para direksi Pertamina.

Sebagai informasi, Pertamina mencatat kinerja buruk selama semester I 2020. Tercatat, perusahaan permigasan plat merah nasional itu mengalami rugi bersih sebesar USD767,91 juta atau kurang lebih setara Rp11 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, perseroan berhasil meraup laba sebesar USD659,95 juta, atau setara Rp9,56 triliun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Sindonews
Kategori:Umum, Ekonomi, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww