Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PPP Terbuka Terima Kader Baru, Soal Ketum ada Prosesnya Sendiri

PPP Terbuka Terima Kader Baru, Soal Ketum ada Prosesnya Sendiri
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi (Awiek). (Foto: Dok. Ist.)
Kamis, 27 Agustus 2020 12:38 WIB

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi (Awiek), menyatakan partainya terbuka terhadap siapa pun yang ingin bergabung menjadi kader.

"Sebagai partai orientasinya menarik siapapun yang memungkinkan untuk masuk," kata Baidowi melalui pesan singkat, Kamis (27/8/2020).

Tapi bicara penentuan pimpinan partai, kata Awiek, "ada mekanisme internal yang diikuti,".

Baca Juga: PPP Serap Aspirasi soal BUMN Khusus Migas Dalam RUU Ciptaker

Baca Juga: New Normal Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka

Pernyatan Awiek, menanggapi berita yang opini yang beredar bahwa partai berlambang Kabah itu sebaiknya mendapuk mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo sebagai Ketum mendatang. Jika tidak, PPP disebut bisa tenggelam.

Menurut Awik, bukan hal baru opini politik disebar bahwa PPP akan tenggelam, tak lolos ambang batas pemilu, dan lain-lain, tapi faktanya PPP selalu berhasil melewati opini-opini tersebut.

Baca Juga: Baleg Pastikan Kerja Legislasi Rasional di Tengah Pandemi

"Buat kami diinternal PPP, ya itu masukan yang tetap kami perhatikan namun sekali lagi bukan hal baru," kata Awiek.

Sebelumnya, Kamis yang sama, Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra menyatakan, Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno bisa menjadi alternatif Ketum PPP mencegah partai tersebut karam sebagai kapal tua.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan
wwwwww