Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
6 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
7 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
5
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
12 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
6
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Home  /  Berita  /  Politik

PPP Terbuka Terima Kader Baru, Soal Ketum ada Prosesnya Sendiri

PPP Terbuka Terima Kader Baru, Soal Ketum ada Prosesnya Sendiri
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi (Awiek). (Foto: Dok. Ist.)
Kamis, 27 Agustus 2020 12:38 WIB

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi (Awiek), menyatakan partainya terbuka terhadap siapa pun yang ingin bergabung menjadi kader.

"Sebagai partai orientasinya menarik siapapun yang memungkinkan untuk masuk," kata Baidowi melalui pesan singkat, Kamis (27/8/2020).

Tapi bicara penentuan pimpinan partai, kata Awiek, "ada mekanisme internal yang diikuti,".

Baca Juga: PPP Serap Aspirasi soal BUMN Khusus Migas Dalam RUU Ciptaker

Baca Juga: New Normal Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka

Pernyatan Awiek, menanggapi berita yang opini yang beredar bahwa partai berlambang Kabah itu sebaiknya mendapuk mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo sebagai Ketum mendatang. Jika tidak, PPP disebut bisa tenggelam.

Menurut Awik, bukan hal baru opini politik disebar bahwa PPP akan tenggelam, tak lolos ambang batas pemilu, dan lain-lain, tapi faktanya PPP selalu berhasil melewati opini-opini tersebut.

Baca Juga: Baleg Pastikan Kerja Legislasi Rasional di Tengah Pandemi

"Buat kami diinternal PPP, ya itu masukan yang tetap kami perhatikan namun sekali lagi bukan hal baru," kata Awiek.

Sebelumnya, Kamis yang sama, Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra menyatakan, Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno bisa menjadi alternatif Ketum PPP mencegah partai tersebut karam sebagai kapal tua.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Politik

wwwwww