Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
7 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
7 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
11 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
4
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
13 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
12 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Home  /  Berita  /  Olahraga

Illiza Sa'aduddin Tetap Ngotot Coret Tiga Atlet Jatim dari Pelatnas Olimpiade

Illiza Saaduddin Tetap Ngotot Coret Tiga Atlet Jatim dari Pelatnas Olimpiade
Ketua Umum PB Perpani, Illiza Sa'aduddin Djamal.
Kamis, 27 Agustus 2020 15:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum PB Perpani, Illiza Sa'aduddin Djamal mengaku akan bertemu dengan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman untuk membicarakan masalah pencoretan tiga atlet Jawa Timur dari pelatnas Olimpiade di Jakarta, Jumat (28/8/2020). Namun, anggota Komisi X PR RI ini tetap ngotot mempertahankan Surat Keputusan PB Perpani yang mencoret ketiga atlet panahan terbaik tersebut.

"Ya, saya akan bertemu dengan pak Marciano besok (red-Jumat). Sampai saat ini, saya tetap kepada keputusan tidak melibatkan ketiga atlet Jawa Timur," kata Illiza Sa'aduddin Djamal ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Mantan Walikota Banda Aceh ini beralasan bahwa pencoretan Riau Ega Agata Salsabila dan Diananda karna tidak membuka diri dari awal dan bersikeras membawa pelatih Denny Trisjanto. "Soal Riau Ega membawa pelatih itu tidak mungkin kita toleransi karena kita sudah melakukan seleksi para pelatih. Dan, saya juga sudah menawarkan evaluasi selama tiga bulan itu juga tidak mau dan diindahkan,"jelas Illiza Sa'aduddin.

Illiza Sa'aduddin juga menyebut pihaknya sudah membangun komunikasi cukup panjang. Dan, dia lebih mengutamakan masalah disiplin untuk menjalankan program latihan pelatnas Olimpiade. "Soal disiplin itu harus diperhatikan kalau organisasi mau lebih baik. Persoalan ini kan bukan pertama terjadi tetapi sudah berlangsung dari tahun ke tahun," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mengatakan siap melakukan mediasi dengan PB Perpani dan berusaha mencari solusi terbaik demi suksesnya cabang olahraga panahan di Olimpiade Tokyo 2021.

"Terkait pencoretan ketiga atlet panahan itu, KONI Pusat siap melaksanakan tugas yang diberikan pak Menpora Zainuddin Amali. Sebagai induk semua cabang olahraga (cabor), KONI Pusat akan mencari solusi terbaik demi meraih prestasi untuk mengangkat nama bangsa dan negara, " kata Marciano usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI di Gedung KONI Pusat, Kamis (27/8/2020).

Seperti diketahui PB Perpani pimpinan Illiza Sa'aduddin mencoret tiga atlet elit nasional asal Jawa Timur yakni Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa yang ingin mempertahankan Denny Trisjanto dan disiebut indisipliner karena tidak memenuhi panggilan.

Riau Ega dan Diananda merupakan atlet terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini, Berkat sentuhan Denny Trisjanjo juga mereka bisa memastikan Indonesia mendapatkan tiket tiga tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 setelah meraih prestasi pada Asian Games Jakarta 2018. Riau Ega yang akrab dipanggil Sinchan meraih medali perunggu nomor recurve putra dan Diananda Choirunisa yang panggilan akrabnya Anis mendapatkan perak nomor recurve putri.

"KONI Pusat menginginkan ketiga atlet panahan terebaik asal Jawa Timur itu tetap berada dalam pelatnas panahan Olimpiade. Biarkan mereka menjalani latihan di Surabaya sebelum bergabung dalam pelatnas panahan Olimpiade di Jakarta. Mereka itu yang terbaik dimana Riau Ega dan Dinananda yang berjasa mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2021," katanya.

Marciano Norman juga sepakat masalah pencoretan ketiga atlet tersebut harus cepat diselesaikan agar waktu persiapan bisa dimanfaatkan dengan maksimal di tengah konddisi pandemi Covid 19. "Waktu persiapan harus dimanfaatkan dengan maksimal sehingga bisa meraih hasil maksimal di Tokyo nanti," katanya. ***


wwwwww