Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
15 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
16 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
21 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
4
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
19 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
19 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
20 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Home  /  Berita  /  MPR RI

Ketua MPR Inginkan Santri dan Mahasiswa jadi Benteng Penjaga Pancasila

Ketua MPR Inginkan Santri dan Mahasiswa jadi Benteng Penjaga Pancasila
Ketua MPR, Bambang Soesatyo. (Istimewa)
Kamis, 27 Agustus 2020 18:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PASURUAN - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong santri dan mahasiswa sebagai generasi muda dapat menjadi benteng penjaga Pancasila.

Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam rilisnya yang diterima redaksi Kamis (27/8/2020) di Jakarta, mengatakan hal itu saat meresmikan Gedung Bhinneka Tunggal Ika di Universitas Yudharta, Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan, Jawa Timur.

Di kompleks tersebut, sudah berdiri Aula Pancasila, Gedung NKRI, dan Gedung UUD NRI 1945. Keempat sarana dan prasarana itu menjadi tonggak implementasi empat pilar MPR RI di kehidupan kampus dan pondok pesantren.

"Para santri dan mahasiswa adalah generasi milenial yang merupakan generator sekaligus kreator kemajuan bangsa. Kalianlah agen perubahan yang mampu menggerakkan roda zaman dan memberi warna serta corak kehidupan bangsa," kata dia.

Keberadaan sekitar 18 juta santri yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, kata dia, di mana 5 juta di antaranya adalah santri mukim yang menempati 28.194 pesantren menjadi aset berharga bangsa Indonesia dalam menggapai Indonesia Emas 2045.

Mantan Ketua DPR RI itu menilai di tengah pandemi Covid-19 yang berat ini, bangsa Indonesia juga masih dihadapkan pada tantangan lain yang tak mudah.

Tantangan itu di antaranya melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi milenial bangsa, memudarnya identitas dan karakteristik bangsa, masih tingginya kesenjangan sosial, penyalahgunaan narkoba hingga merebaknya LGBT yang tidak sesuai jati diri bangsa.

"Survei LSI Tahun 2018 menemukan dalam kurun waktu 13 tahun, masyarakat yang pro terhadap Pancasila telah mengalami penurunan sekitar 10 persen. Pada 2005, masyarakat yang pro Pancasila mencapai 85,2 persen, dan hingga tahun 2018, angkanya turun menjadi 75,3 persen," ucapnya.

Bamsoet mengatakan kampus dan pondok pesantren harus menjadi garda terdepan dalam membentengi Pancasila sekaligus menyiapkan generasi muda agar siap memegang tongkat estafet kepemimpinan.

"Tak terjerumus dalam berbagai permasalahan, apalagi sampai mempertentangkan Pancasila," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI tersebut menyebutkan negara secara de facto dan de jure sudah mengakui keberadaan pondok pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Hal itu, kata dia, ditandai dengan disahkannya Undang-undang Nomor 18/2019 tentang Pesantren dalam Rapat Paripurna DPR RI 24 September 2019, beberapa minggu menjelang akhir masa jabatan Bamsoet memimpin DPR RI.

"UU tersebut memberikan tanggung jawab kepada negara untuk memberikan dukungan pendanaan melalui dana abadi pesantren yang diambil dari dana abadi pendidikan, berapa besarannya masih menunggu Peraturan Presiden," kata Bamsoet.

Pada akhir acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila itu memberikan kuis "Empat Pilar MPR RI" kepada para santri dengan hadiah utama sepeda "Bromsoet" dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Keceriaan, menurut dia, menjadi bagian yang tak boleh dilupakan, agar penyampaian materi sosialisasi tak selalu kaku dan tegang.

"Tertawa bahagia penuh keceriaan merupakan bagian dari meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, termasuk melawan Covid-19," kata dia.

Terpenting, menurut Bamsoet, jangan kebablasan, karena di luar sana masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama dalam menyemai toleransi antarumat beragama.

"Pondok pesantren harus menjadi leading sector. Ingatlah selalu pesan sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib RA, yang menyatakan bahwa dia yang bukan saudaramu seiman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan," ujar Bamsoet.

Dalam rangkaian acara itu, Bamsoet bersama pengasuh pondok pesantren Ngalah, perwakilan pemuka agama, serta Forkopimda Kabupaten Pasuruan, melepas 17 burung puter putih lambang kemakmuran dan menandatangani Ikrar Catur Pilar Indonesia.

Hal itu berisi tiga butir pernyataan. Pertama, setia kepada Pancasila dan UUD NRI 1945. Kedua, setia menjaga keutuhan NKRI. Ketiga, setia menghargai Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kegiatan itu turut hadir Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah KH Sholeh Bahruddin, Rektor Universitas Yudharta Pasuruan Dr Kholid Murtadlo, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Kemudian, Kajari Pasuruan Ramdhanu Dwiantoro, Dandim Pasuruan Letkol Burhan Fajari Arfian, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan, dan Ketua Pengadilan Negeri Bangil AFS Dewantoro. Sebelumnya kedatangan Bamsoet disambut oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imron.***


wwwwww