Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Rakernas KONI Menolak, Wing Chun Tetap Berada di PB WI

Rakernas KONI Menolak, Wing Chun Tetap Berada di PB WI
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano.
Kamis, 27 Agustus 2020 16:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Upaya Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI) menjadi anggota KONI gagal. Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Indonesia Nasional Indonesia (KONI) memutuskan belum bisa menerima perguruan Wing Chun sebagai salah satu cabang olahraga anggota KONI. Dengan demikian organisasi olahraga tradisional wing chun yang merupakan aliran beladiri kungfu tetap berada di bawah naungan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI).

"Sebagai pemilik suara forum Rakernas yang terdiri dari 64 induk cabor (PP/PB) dan 34 KONI Provinsi banyak yang tidak setuju dan belum bisa mendukung dan menerima bila wing chun yang membentuk menjadi Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI) menjadi anggota KONI, meskipun secara administrasi mereka memenuhi persyaratan. Jadi tahun ini penerimaan mereka ditunda. Tapi, saya mengapresiasi wing chun yang sudah berusaha dan mungkin tahun-tahun berikutnya bisa berusaha kembali," kata Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman usai menutup Rakernas KONI 2020 di Gedung KONI Pusat, Senayan Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Menurutnya kedepan pihak FWCI lebih banyak sosialisasi dahulu ke berbagai cabor dan KONI Provinsi serta menciptakan banyak prestasi dari para atlet beladirinya, agar kedepan apakah masih bisa diterima atau tidak kedepannya.

Keputusan Rakernas KONI itu diambil setelah sebelumnya induk olahraga nasional Indonesia itu sempat meresmikan Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI) sebagai anggota KONI.

Alhasil KONI Pusat hanya memasukkan 8 cabang olahraga (cabor) sebagai anggota baru dalam Rakernas. Mereka adalah Persatuan Pusat Modern Penthatlon Indonesia (PP MPI), Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Indonesia Beladiri Amatir (IBA-MMA), Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI), Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PB PBFI), Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), dan Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABERI) dan Federasi Ice Skating Indonesia (FISI).

Usai penetapan itu, banyak sasana wing chun justru menolak. Sebanyak 10 sasana wingchun DKI menyatakan tetap berada di bawah PBWI.

"Saya mewakili komunitas wingchun Indonesia mengatakan bahwa kami adalah keluarga wushu yang bernaung di PB WI. Dan, kami tidak akan bergabung dengan Federasi Wingchun Indonesia," kata R Ario Bondank, dari perguruan wingchun ACMA Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Kisruh berawal dari keinginan salah satu penggagas wing chun Indonesia, Marthin Kusuma yang berupaya mendorong agar olahraga tradisional tersebut menjadi anggota KONI di bawah nauagan FWI. "Itu hanya ambisi pribadi pak Marthin Kusuma yang selama ini mengklaim dirinya pemilik sah wingchun Indonesia," lanjut Ario.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali telah meminta agar wing chun tetap berada di bawah naungan PB WI. Alasannya, PB WI yang berafiliasi pada Federasi Wushu Internasional (IWUF) sudah menjadi anggota KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Wingchun itu kan aliran kungfu tradisional jadi sebaiknya berada di PB WI. Sama halnya dengan aliran yang ada pada cabang olahraga karate yang berada di bawah naungan PB Forki. Kan, tidak mungkin aliran dalam karete diterima menjadi anggota KONI. Begitu juga aliran pencak silat yang sudah berada dalam wadah Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI). Saya minta Wingchun tidak menjadi sebagai anggota. Cukup PB WI saja," tegas Zainudin Amali yang dihubungi melalui telepon selular, Rabu (26/8/2020) malam.

Pada kesempatan yang sama, Menpora juga mengapresiasi PB WI di bawah kepengurusan Airlangga Hartarto yang telah terbukti berprestasi di kancah regional maupun internasional. Ia yakin wingchun akan berkembang dan berprestasi di bawah PB WI.

"Pak Airlangga itu sangat mencintai olahraga wushu. Saya yakin wingchun bisa mengikuti jejak wushu yang telah mencatat prestasi pada SEA Games dan Asian Games dan kejuaraan dunia," tandasnya. ***

wwwwww