Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Kemenpora

Rasulullah Mengingatkan, 6 Keanehan Akan Timpa Umatnya, Semuanya Sudah Terbukti

Rasulullah Mengingatkan, 6 Keanehan Akan Timpa Umatnya, Semuanya Sudah Terbukti
Ilustrasi masjid kosong. (int)
Selasa, 01 September 2020 07:12 WIB

RASULULLAH SAW di masa hidupnya pernah mengingatkan bahwa enam keanehan akan menimpa umatnya. Apa yang diingatkan Rasulullah itu, sudah terbukti saat ini.

Dikutip dari Republika.co.id, Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Asqalani dalam karyanya Nashaihul 'Ibad (hal 42) mengutip sebuah hadis tentang enam keanehan yang akan menimpa umat Islam.

Pertama, masjid menjadi bangunan yang aneh. Bangunan masjid berdiri megah, dibangun dengan susah payah, dan berada di tengah-tengah perkampungan yang padat penduduknya. Namun, orang-orang di perkampungan itu enggan melaksanakan ibadah shalat di masjid.

Kedua, mushaf Alquran menjadi perkara aneh. Orang-orang berlomba-lomba mengoleksi Alquran di rumahnya. Mereka membeli Alquran dengan model terbaru, berharga mahal, namun setelah berada di rumah, Alquran hanya menjadi simbol kebanggaan.

Kitab suci ini dipajang di rak dan jarang sekali dibaca, apalagi dihayati makna dan kandungannya.

Ketiga, banyak orang berlomba-lomba menghafal Alquran, tetapi sedikit sekali orang yang berlomba-lomba mengamalkan isi dan kandungannya.

Keempat, banyak wanita shalehah yang bersuami laki-laki yang tidak taat dalam melaksanakan ajaran agama.

Kelima, banyak laki-laki shaleh yang beristri wanita yang tidak taat beragama.

Keenam, orang alim (yang memahami ilmu agama) berada di tengah-tengah masyarakat, namun masyarakat sudah enggan mendengar nasihatnya. Petuah-petuahnya hanya dijadikan tontonan bukan dijadikan tuntunan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kemenpora
wwwwww