Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
13 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
11 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
12 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
14 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
5
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
11 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
6
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
GoNews Group
11 jam yang lalu
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
Home  /  Berita  /  Politik

Amerika Ungkap Rencana China Bangun Fasilitas Militer di Indonesia

Amerika Ungkap Rencana China Bangun Fasilitas Militer di Indonesia
Rabu, 02 September 2020 18:00 WIB
PENTAGON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengklaim, China tengah berupaya membangun jaringan militer di sebagian besar wilayah Samudra Hindia, termasuk Indonesia.

Menyadur Nikkei Asian Review, Pentagon lewat laporan setebal 200 halaman mengatakan China mungkin menganggap negara-negara Afrika, Asia Tenggara, dan Asia Tengah sebagai lokasi pontesial membangun fasilitas militer.

"Ini menandai pertama kalinya pengamatan semacam itu muncul dalam laporan," kata Zack Cooper, peneliti di lembaga think tank American Enterprise Institute yang berbasis di Washington, dalam webinar AEI.

Selain Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, dan kawasan lain yang disebutkan itu, China diklaim telah membuat tawaran ke Namibia, Vanuatu dan Kepulauan Solomon, demikian dalam laporan tersebut.

"Laporan baru itu menekankan pada keinginan China untuk bertindak secara global," kata mantan staf Pentagon Cooper.

Kepercayaan Washington pada ambisi proyeksi kekuatan Beijing di seberang Samudra Hindia, berasal dari bagaimana China membuka pangkalan permanen permanen pertamanya di luar negeri pada tahun 2017 di Djibouti, di ujung Afrika.

Situs Djibouti sejauh ini adalah satu-satunya pangkalan militer luar negeri China. Beijing mencirikannya sebagai basis dukungan untuk tujuan seperti bantuan kemanusiaan dan misi pengawalan.

Pentagon mengklaim kehadiran militer China di Djibouti memberi Beijing kemampuan untuk mendukung tanggapan militer terhadap kemungkinan yang mempengaruhi investasi China dan infrastruktur di kawasan tersebut.

"Serta sekitar 1 juta warga China di Afrika dan 500.000 di Timur Tengah," kata laporan Pentagon.

Menurut laporan tersebut, Amerika Serikat juga dikatakan percaya bahwa Kamboja telah menandatangani perjanjian rahasia dengan Beijing untuk mengizinkan angkatan bersenjata China menggunakan salah satu pangkalan angkatan lautnya.

percaya bahwa Kamboja telah menandatangani perjanjian rahasia dengan Beijing untuk mengizinkan angkatan bersenjata China menggunakan salah satu pangkalan angkatan lautnya.

Pemerintah China tidak mengakui keberadaan strategi tersebut. Namun, para analis melihatnya sebagai upaya untuk mengepung negara saingan yang potensial, India.

Laporan Pentagon mengatakan Beijing setidaknya akan menggandakan stok hulu ledak nuklirnya selama dekade berikutnya dari perkiraan levelnya saat ini di 200-an.

Ini secara ekstensif membahas strategi fusi militer-sipil China, yang mencakup "memanfaatkan layanan sipil dan kemampuan logistik untuk tujuan militer" kata laporan tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Umum, Politik, DKI Jakarta

wwwwww