Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
16 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
16 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
21 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
4
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
19 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Home  /  Berita  /  DPR RI

Euforia Vaksin Sinovac, Ratna Juwita Dorong Prioritaskan Kerja Vaksin Mandiri

Euforia Vaksin Sinovac, Ratna Juwita Dorong Prioritaskan Kerja Vaksin Mandiri
Selasa, 08 September 2020 16:33 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita mengingatkan, Wakil rakyat dan Pemerintah agar tidak terlalu bereuforia terhadap vaksin Sinovac asal China.

"Karena seperti disampaikan Pak Menteri, kita masih belum tahu vaksin ini sebenernya cocok atau tidak untuk dipakai di Indonesia," kata Ratna dalam RDP dengan Kemeristek/BRIN dan Eijkman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Harapan kami, kata Ratna, "kami mohon, lebih diprioritaskan vaksin yang kita (teliti, Kembangkan, dan produksi, red) secara mandiri. Intinya (upaya vaksin, red) yang kita tidak bekerjasama dengan pihak asing, begitu,".

"Kami yakin, proses penemuan vaksin merah putih yang murni dari dalam negeri ini, bisa meningkatkan antusiasme dan kepercayaan rakyat Indonesia," ujar Ratna.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa Kemenristek/BRIN bahkan belum mendapatkan dana abadi penelitian yang sebetulnya penting untuk mendukung kerja-kerja penelitian virus.

Terkait hal itu, kata Ratna, "kami anggota Komisi VII yang juga bertugas di Badan Anggaran akan memperjuangkan (dana, red) ini agar segera bisa direalisasi,".

Politisi PKB itu menyatakan, rerata anggota Komisi VII telah sepakat bahwa Komisi VII DPR RI akan bersama-sama dengan Kemenristek/BRIN yang pada hari ini jelas membutuhkan dukungan riil dari pemerintah baik dari segi politik maupun anggaran.

Seperti diketahui, Menristek/BRIN, Bambang Bojonegoro ditunjuk Presiden RI, Joko Widodo, sebagai Ketua Tim Pengembangan Vaksin nasional. Kerja Vaksin selama ini, terbagi menjadi dua; 1) Kerjasama dengan luar negeri termasuk kerjasama vaksin Sinovac; 2) penelitian dan pengembangan vaksin lokal yang disebut vaksin merah putih.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Nasional, DPR RI, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww