Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
20 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
18 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
18 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
15 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
6
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
14 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Home  /  Berita  /  DPR RI

Saat Komisi VIII Minta Menag Perbaiki Komunikasi

Saat Komisi VIII Minta Menag Perbaiki Komunikasi
(Gambar: Tangkapan layar virtual)
Selasa, 08 September 2020 11:58 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Tb. Ace Hasan Syadzily meminta Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi untuk lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan.

Hal ini, menyusul kontroversial pernyataan Menag yang menyebut bahwa salah satu cara paham radikal masuk ke lingkungan perkantoran ASN yakni melalui penghafal (hafiz) Quran yang berpenampilan menarik (good looking). 

Ace menegaskan, dirinya setuju dengan upaya Menag agar ASN terhindar dari pemahaman berislam yang tak rahmatan lil alamin (damai dan menjadi rahmat bagi semesta). Tapi cara menyampaikan pesan terkait hal itu "harus diperbaiki," dan juga bisa meyakinkan publik bahwa pemerintah tidak islamophobia.

"Coba kalau waktu itu Bapak sampaikan misalnya kisah Abdurrahman bin Muljam yang juga seorang hafiz. Tentu kan itu kita sebut sebagai bagian yang harus kita kubur. Dan kita katakan bahwa yang namanya pemahaman Agama, kita bisa saja salah, dan disalahgunakan," kata Ace dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI, di Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto. Yandri menyoal alasan Menag bahwa pernyataan itu disampaikan di dalam acara internal.

"Itu bukan alasan yang tepat juga. Zaman sekarang sudah canggih. HP bisa merekam. Itu berarti para pembantu Bapak memberi masukannya juga tidak benar," kata Yandri.

Menanggapi Ketua dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Menag Fahrul membuka opsi agar rekaman acara saat pernyataan kontroversial itu disampaikan, diputar kembali dan simak utuh bersama-sama.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Pemerintahan

wwwwww