Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bantuan untuk Masyarakat Terdampak PSBB Harus Disegerakan

Bantuan untuk Masyarakat Terdampak PSBB Harus Disegerakan
Jum'at, 11 September 2020 19:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang akan diterapkan kembali oleh Pemprov DKI Jakarta harus segera diikuti realisasi program bantuan bagi kelompok masyarakat yang terdampak.

"Ekonomi rakyat yang sudah mulai bergerak di masa PSBB transisi lalu, sebisa mungkin tetap bisa bertahan karenanya harus bisa direalisasikan segera bantuan buat mereka," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9).

Menurut Lestari, data kelompok terdampak calon penerima bantuan seharusnya sudah diverifikasi dengan baik. Sehingga, tegasnya, saat kebijakan PSBB ketat itu berlaku kelompok masyarakat terdampak seperti pedagang kaki lima, pemilik warung makan dan sejumlah usaha kecil lainnya, sudah bisa menikmati bantuan tersebut.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, kebijakan PSBB ketat yang diambil Pemprov DKI dan mulai berlaku pada Senin (14/9) merupakan kebijakan yang sulit, tetapi harus diambil mengingat pertambahan jumlah positif Covid-19 di DKI Jakarta sangat mengkhawatirkan.

Kondisi yang sulit saat ini, menurut Rerie, seharusnya jangan lagi diganggu dengan lontaran pernyataan pro dan kontra para pejabat yang memperdebatkan kebijakan yang sudah diambil.

"Saya kira perdebatan tentang kebijakan itu seharusnya sebelum kebijakan itu diumumkan ya. Jadi setelah kebijakan diumumkan, semua pihak mendukung dan bila ada kekurangan bisa sumbang saran solusinya," ujar Rerie.

Dalam kondisi penanganan pengendalian Covid-19 di titik krusial saat ini, menurut Legislator Partai NasDem itu, yang dibutuhkan adalah soliditas antara Pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi pandemi ini, bukan perdebatan yang membingungkan masyarakat.

Untuk membantu kelancaran jalannya PSBB yang ketat, menurut Rerie, masyarakat di setiap wilayah bisa secara proaktif ikut mendata tetangganya yang terdampak kebijakan tersebut. "Setidaknya ketika bantuan disalurkan di wilayahnya bisa tepat sasaran," pungkasnya.***

wwwwww