Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
17 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
12 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
10 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
15 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
15 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  MPR RI

Pesan Gus Jazil ke Santri Minhajut Tullab: Hidup Tak Berguna Tanpa Tauhid

Pesan Gus Jazil ke Santri Minhajut Tullab: Hidup Tak Berguna Tanpa Tauhid
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid saat memberikan materi Sosialisasi 4 Pilar di Konawe Selatan. (GoNews.co)
Jum'at, 11 September 2020 19:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

KONAWE SELATAN – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Jazilul Fawaid, meminta para santri untuk bersabar dalam menimba ilmu dan terus mengejar strata pendidikan. Tapi keilmuan, harus dimulai dengan ilmu tentang ketuhanan.

Hal itu disampaikan Jazilul Fawaid, saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Pondok Pesantren Minhajut Tullab di Konawe Selatan, Sulawesi Utara, Jumat (11/10/2020).

"Nggak ada gunanya hidup kalau nggak kenal Tuhannya. Karena minim ilmu tauhidnya," kata Jazilul di hadapan para santri yang rerata berusia milenial itu.

Kesabaran dalam menuntut Ilmu, pesan Jazilul, adalah bekal untuk menjadi pemimpin. "Karena setiap pemimpin, yang ditempa itu adalah mentalnya,".

Sementara mengenal Tuhan dengan baik, dijelaskan Jazilul, adalah cara untuk mendapatkan keberkahan. Bahkan ketika ilmu yang dimiliki tidak cukup banyak.

"Itu kenapa Pancasila dimulai dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini adalah pasal utama untuk kita bisa mengimplentasikan pasal-pasal lainnya dalam kehidupan berbangsa. Bagaimana menjadi pemimpin  yang amanah dalam mewujudkan Keadilan Sosial misalnya, jika Ia tak takut pada Tuhannya?" papar Jazilul.

Pria yang akrab disapa Gus Jazil itu, juga mengatakan, "Siapapun yang mencari Ilmu tapi Ilmu yang didapat tidak menjadi petunjuk bagi dirinya, maka itu tanda Allah menjauh dari dirinya lantaran dosa-dosanya. Jika menunut Ilmu dimulai dari ilmu ketuhanan dan dengan niatan yang bersih, maka InsyaAllah, Allah akan menjadikan ilmu yang didapat sebagai pentujuk bagi seseorang itu,".

"Jadi jangan pinter tapi keminter. Pinter kalau ilmunya gak bermanfaat gak berkah, tidak ada gunanya," kata Gus Jazil yang berkarir di politik bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Turut hadir dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI itu, Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Gus Wildan, dan tokoh lain di antaranya, Kyai Khozir, Dewan Syuro PKB Kendari, Ketua PKB Provinsi Sultra, Bambang sutejo, serta rombongan dan staf ketua PKB Konawe Selatan.***

wwwwww