Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
Politik
22 jam yang lalu
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
2
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
Peristiwa
21 jam yang lalu
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
3
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
Peristiwa
19 jam yang lalu
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
4
Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun
Politik
23 jam yang lalu
Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun
5
Soal Film 'My Flag' Gus Hasyim: Kita Warga NU Saja Jijik Melihatnya
Peristiwa
18 jam yang lalu
Soal Film My Flag Gus Hasyim: Kita Warga NU Saja Jijik Melihatnya
6
'Senayan' Dorong Kunjungan ke Museum Masuk dalam Mata Ajar Kurikulum Nasional
Pendidikan
18 jam yang lalu
Senayan Dorong Kunjungan ke Museum Masuk dalam Mata Ajar Kurikulum Nasional
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Setelah 3 Hari Ngamar di Hotel, Wanita Bersuami Dianiaya Selingkuhan, Begini Ceritanya

Setelah 3 Hari Ngamar di Hotel, Wanita Bersuami Dianiaya Selingkuhan, Begini Ceritanya
Ilustrasi. (int)
Jum'at, 11 September 2020 00:47 WIB

SEMARANG -- Seorang wanita berinisial IF (24), babak belur setelah dianiaya pria selingkuhannya, BS (30), di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah.

Dikutip dari Inews.id, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, penganiayaan itu bermula ketika BS mengajak korban untuk menikah dengan catatan harus menceraikan pasangan masing -masing.

Ternyata, setelah BS menceraikan istrinya, IF belum juga meminta cerai kepada suaminya.

''Tersangka akhirnya membawa korban korban dari tempat kerja selama 3 hari dan menganiaya menggunakan sepatu. Selama di kamar hotel tersangka bahkan sempat beberapa kali menyetubuhi korban,'' kata Gatot, kemarin.

Dituturkan Gatot, korban yang beralasan ingin pulang untuk menggugat cerai sang suami, akhirnya berhasil kabur dari cengkraman tersangka.

Selanjutnya korban melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya ke polisi. Atas laporan tersebut, polisi pun bergerak menangkap pelaku.

Setelah ditangkap, kepada polisi, BS mengaku menganiaya korban karena sakit hati lantaran korban tak menceraikan suaminya. Padahal dia sudah menceraikan istrinya.

''Saya telah terlanjur menceraikan istri sah saya demi bisa hidup bersama dia. Saya juga kesal dengan ikrar yang diingkari dia,'' kata BS.

''Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 332 Ayat (1) ke 2E KUHP tentang melarikan perempuan dengan tipu muslihat dan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Hukum, Peristiwa
wwwwww