Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
17 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
12 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
10 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
14 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
15 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Setelah Anies Berlakukan PSBB Lagi

Setelah Anies Berlakukan PSBB Lagi
Foto: Ist./Pemprov DKI
Jum'at, 11 September 2020 14:35 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diberitakan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lagi pada 14 September 2020. PSBB Total, kemudian menjadi diskursus bagi banyak pihak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak lepas dari dampak pengumuman PSBB DKI Jakarta.

"Hari ini masih tidak pasti karena announcement Gubernur DKI tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5.000," kata Airlangga secara virtual, Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan, "karena PDB kita 50 persen konsumsi," pasukan dan distribusi harus tetap dijaga.

"Dalam situasi PSBB ada hal-hal yang tidak boleh terhalangi, yaitu jalur distribusi. Jalur distribusi ini di setiap PSBB perlu tetap berjalan agar supply chain tidak terganggu," ungkap Agus dikutip dari Kompas, Jumat (11/10/2020).

Respons lain datang dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menilai, kinerja industri manufaktur bakal kembali tertekan akibat keputusan PSBB terbaru di DKI Jakarta. Hal itu bakal kian parah bila wilayah lain juga menerapkan hal serupa.

"Kami melihat industri yang sedang menggeliat ini khawatir mendapat tekanan, tapi yang perlu disampaikan bahwa pemerintah menilai kesehatan masyarakat suatu hal yang tidak bisa ditawar," ujar Agus dalam lansiran itu.


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Pemerintahan
wwwwww