Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
14 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
15 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
Kesehatan
20 jam yang lalu
Hingga 27 September, Kematian Akibat Covid-19 Lebih 1 Juta Orang, Total Terinfeksi 33.018.877
4
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
Sepakbola
18 jam yang lalu
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Punya Manfaat Ganda
5
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
Sepakbola
18 jam yang lalu
Persib Bandung Putuskan Tinggal di Yogyakarta
6
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
19 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Home  /  Berita  /  MPR RI

Bamsoet sebut Intelijen Indonesia Membanggakan

Bamsoet sebut Intelijen Indonesia Membanggakan
Foto: Ist./MPR RI
Minggu, 13 September 2020 14:37 WIB

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyampaikan rasa bangganya pada taruna-taruni Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN). Ia menyatakan dukungan atas peningkatan kapabilitas Intelejen negara.

Hal itu disampaikan Bamsoet dalam acara Inagurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di Gedung STIN, Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.

Usai menyaksikan demo ketangkasan yang ditunjukkan para taruna-tarini STIN dalam kesempatan tersebut, Bamsoet menilai, sumber daya manusia (SDM) Intelejen Indonesia tidak kalah dengan kehebatan 10 intelejen terbaik dunia seperti CIA (Amerika) M16 (Inggris), GRU (Rusia), DGSE (Prancis), ISI (Pakistan), BND (Jerman), Mossad (Israel), R&AW (India), ASIS (Australia), CSIS (Kanada) dan badan intelejen dunia lainnya.

"Saya bangga dan mendukung penuh prestasi para taruna-taruni Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN)," kata Bamsoet.

Dalam pernyataan tertulis, Minggu (13/9/2020), Bamsoet menyatakan, sebagai mata dan telinga negara Intelijen memang harus mahir dalam menganalisa, melakukan penyusupan, penyamaran, propaganda, agitasi, provokasi, dan menggelar operasi rahasia serta mampu melakukan pertempuran baik perorangan sebagai pertahanan diri maupun sebagai team atau kelompok.

Keterampilan beladiri, menjinakan bom, membebaskan sandera, keahlian siber dan bertempur, merupakan hal yang harus dikuasai seorang intelejen. Bahkan CIA, kata Bamsoet, kerap melakukan berbagai eksperimen kontrol-pikiran untuk mengeksplorasi memori otak, pura-pura berkepribadian ganda (banci), pura-pura gila atau membuat pengakuan palsu.

"Harusnya kita bangga pada taruna-taruni STIN yang dilatih keterampilan khusus, soft skill. Sehingga tangguh dan profesional dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, menjaga keamanan negara, menjaga NKRI," pungkas Bamsoet.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, MPR RI, Nasional

wwwwww