Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
23 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
24 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
4
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
5
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
22 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
6
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
22 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Home  /  Berita  /  MPR RI

Bamsoet sebut Intelijen Indonesia Membanggakan

Bamsoet sebut Intelijen Indonesia Membanggakan
Foto: Ist./MPR RI
Minggu, 13 September 2020 14:37 WIB

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyampaikan rasa bangganya pada taruna-taruni Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN). Ia menyatakan dukungan atas peningkatan kapabilitas Intelejen negara.

Hal itu disampaikan Bamsoet dalam acara Inagurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di Gedung STIN, Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.

Usai menyaksikan demo ketangkasan yang ditunjukkan para taruna-tarini STIN dalam kesempatan tersebut, Bamsoet menilai, sumber daya manusia (SDM) Intelejen Indonesia tidak kalah dengan kehebatan 10 intelejen terbaik dunia seperti CIA (Amerika) M16 (Inggris), GRU (Rusia), DGSE (Prancis), ISI (Pakistan), BND (Jerman), Mossad (Israel), R&AW (India), ASIS (Australia), CSIS (Kanada) dan badan intelejen dunia lainnya.

"Saya bangga dan mendukung penuh prestasi para taruna-taruni Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN)," kata Bamsoet.

Dalam pernyataan tertulis, Minggu (13/9/2020), Bamsoet menyatakan, sebagai mata dan telinga negara Intelijen memang harus mahir dalam menganalisa, melakukan penyusupan, penyamaran, propaganda, agitasi, provokasi, dan menggelar operasi rahasia serta mampu melakukan pertempuran baik perorangan sebagai pertahanan diri maupun sebagai team atau kelompok.

Keterampilan beladiri, menjinakan bom, membebaskan sandera, keahlian siber dan bertempur, merupakan hal yang harus dikuasai seorang intelejen. Bahkan CIA, kata Bamsoet, kerap melakukan berbagai eksperimen kontrol-pikiran untuk mengeksplorasi memori otak, pura-pura berkepribadian ganda (banci), pura-pura gila atau membuat pengakuan palsu.

"Harusnya kita bangga pada taruna-taruni STIN yang dilatih keterampilan khusus, soft skill. Sehingga tangguh dan profesional dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, menjaga keamanan negara, menjaga NKRI," pungkas Bamsoet.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, MPR RI, Nasional
wwwwww