Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
16 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
19 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
16 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  MPR RI

Lawan 'Money Politic' dengan Pendidikan Politik yang Baik dan Benar

Lawan Money Politic dengan Pendidikan Politik yang Baik dan Benar
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. (Dok. MPR)
Kamis, 17 September 2020 20:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

TASIKMALAYA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, mengingatkan, Indonesia sebentar lagi akan menggelar pesta demokrasi yakni Pilkada tahun 2020.

Dalam kontestasi besar tersebut pasti banyak hal yang harus diwaspadai salah satunya praktek money politic atau politik uang.  Hal itu terjadi karena keinginan untuk unggul secara instan tanpa memperdulikan etika.

Hal tersebut dikatakan Jazilul Fawaid dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR  kerjasama MPR dengan PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, di aula STIE Cipasung, Kompleks Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (17/9/2020).

Hadir dalam acara yang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut anggota MPR Fraksi PKB KH. Acep Adang Ruhiat, Tokoh Masyarakat Tasikmalaya H. Iwan Saputra, Ketua PC GP Ansor Asep Muslim, anggota GP Ansor, anggota IPNU dan mahasiswa.

"Ada satu hal yang bisa melawan praktik politik uang yakni fungsikan pendidikan politik yang baik dan benar untuk rakyat. Tanamkan dalam pendidikan tersebut tujuan berdemokrasi adalah untuk kemajuan negara dan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.  Memilih pemimpin daerah dengan melihat program-programnya adalah contoh cara berdemokrasi yang benar," ujar Pimpinan MPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Namun, lanjut Gus Jazil, hal tersebut bukan perkara mudah. Perlu kesadaran dari seluruh elemen bangsa terutama yang bergerak dalam dunia pendidikan dan politik.

"Salah satu yang diharapkan adalah lingkungan pesantren sebab pesantren memiliki beberapa fungsi yakni  pendidikan dan pengajaran, fungsi dakwah serta fungsi pemberdayaan masyarakat," tambahnya.

Dikatakan Gus Jazil, fungsi pendidikan dan dakwah pesantren memang tidak perlu diragukan lagi. Tapi, yang perlu lebih disempurnakan lagi adalah  soal politik.  Warga pesantren jangan anti politik. Bahkan harus terjun ke politik.

"Dengan kualitas kelimuan dan dorongan serta dukungan para ulama, saya rasa santri pesantren akan mampu muncul di dunia politik dan menjalankan demokrasi secara benar," katanya.

Di akhir sesi, Gus Jazil mengajak rakyat Indonesia untuk sama-sama berpartisipasi serta menjaga pilkada tahun ini berjalan baik dan sesuai harapan rakyat.

"Tetapkan dalam hati bahwa pilkada langsung adalah implementasi dari sila ke empat Pancasila yang arahnya untuk kemaslahatan bersama," ujarnya.***

wwwwww