Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
2
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
3
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
4
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
5
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Kriminal

Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa

Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa
Desa Wisata Bali. (Dok. Media Indonesia)
Kamis, 24 September 2020 17:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkraf) mengembangkan potensi desa wisata.

"Pertumbuhan rural tourism itu malah tumbuh 6 persen menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO),kita jangan sampai kehilangan kesempatan untuk mengambil peluang ini, membangkitkan pariwisata setelah dihajar pandemi," kata dia dalam rapat pembahasan anggaran dengan Menparekraf, Wishnutama Kusubandio, di Jakarta, Kamis (24/9).

Menurut Fikri, selama ini mancanegara mengenal Indonesia dengan wisata pedesaannya baru dalam hitungan jari.

"Hanya 4 desa yang sudah mendunia, dua di Bali, yaitu Desa Pemuteran (Bali),dan Desa Penglipuran (Bali). Dua di Yogyakarta, yakni Desa Wisata Nglanggeran, dan Desa Pentingsari yang masuk dalam Top 100 destinasi berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD).

Keempat desa wisata tersebut berhasil mendunia berkat upaya dan kearifan lokal warganya yang kompak mempertahankan konservasi lingkungan dan budaya. "Jadi jangan anggap remeh lingkungan, kita mestinya menjadikan isu pembangunan berkelanjutan tersebut dalam pengembangan desa-desa wisata lainnya," tukasnya.

Menurutnya perlunya pengarusutamaan isu lingkungan, khususnya ke dalam perencanaan pembangunan masyarakat pedesaan.

"Apalagi 90 persen wilayah NKRI adalah desa, sehingga sepertiganya saja kita kembangkan dalam pariwisata berkelanjutan,ini akan menguatkan level pariwisata Indonesia secara global," urainya.

Fikri meminta Menparekraf memfokuskan kebijakan kepada pembangunan pariwisata.Khususnya di pedesaan, mengacu pada panduan UNWTO tentang destinasi wisata yang berkualitas (Quality Destination). "Termasuk didalamnya adalah respect for the environment and human heritage (lingkungan dan warisan budaya)," tandasnya.

Selain itu, Fikri menekankan pentingnya pengelolaan manajemen destinasi di desa wisata dalam rangka menuju kualitas yang diharapkan. "Karenanya, perlu adanya koneksi dan kerjasama yang baik antar instansi pemerintah, dalam hal ini antara Kemenparekraf dengan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mewujudkan pembangunan desa wisata berkelanjutan," pungkasnya.***

wwwwww