Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
2
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
Hukum
18 jam yang lalu
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
3
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
Ekonomi
18 jam yang lalu
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
4
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
5
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
Sepakbola
20 jam yang lalu
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
6
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Internasional
19 jam yang lalu
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Pengamat Curiga Korban Covid-19 Sengaja Diperbanyak oleh Oknum yang Mengambil Keuntungan

Pengamat Curiga Korban Covid-19 Sengaja Diperbanyak oleh Oknum yang Mengambil Keuntungan
Ilustrasi. (Net)
Senin, 05 Oktober 2020 15:37 WIB
JAKARTA - Penunjukan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk menangani Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo diduga sebagai kesengajaan agar angka penyebarannya semakin tinggi.

Begitu dugaan yang disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam lantaran hingga dua pekan, angka kasus Covid-19 semakin tinggi sejak ditangani oleh Luhut.

Ia menilai kesengajaan tersebut terkait dengan oknum-oknum yang diuntungkan "Mafia Anggaran".

"Terkait penanganan Covid-19 oleh Luhut yang belum ada perkembangan berarti, saya justru curiga terhadap adanya dugaan keinginan Covid-19 memang sengaja korbannya semakin diperbanyak, dengan cara memperbanyak data positif maupun korban meninggal makin tak terbendung sehingga ada oknum yang mendapat keuntungan atas itu," ujar Saiful Anam seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/10).

Karena kata Saiful, ketika kasus penyebaran Covid-19 semakin tinggi, maka anggaran maupun kucuran uang negara terus bertambah.

"Saya menduga ada orang-orang yang dekat kekuasaan atau Istana sengaja ingin angka penyebaran Covid-19 makin tinggi, sehingga anggaran maupun kucuran uang negara terus bertambah. Bukan tidak mungkin justru hal tersebut ada di lingkaran kekuasaan ataupun sangat dekat dengan Presiden, sehingga ia dapat dengan aman bersembunyi di bawah kekuasaan," jelasnya.

Ketika kasus Covid-19 semakin meningkat sambung Saiful, akan semakin menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam hal suplai alat-alat kesehatan maupun dalam rangka penyediaan alat-alat kesehatan.

"Ini kan bisa dikatakan bukan tidak mungkin ada yang memang terdapat jaringan internasional yang memang diuntungkan dengan adanya Covid-19 ini, termasuk Indonesia, bukan tidak mungkin orang itu juga berada disekitar presiden," katanya.

"Untuk itu Presiden Jokowi mesti hati-hati menunjuk tim dalam penanganan Covid-19 ini. Karena kita tidak tau mana yang benar-benar ingin memberantas Covid-19, mana yang justru ingin Covid-19 justru makin menggila di Indonesia," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Kesehatan, DKI Jakarta
wwwwww