Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
2
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
Hukum
18 jam yang lalu
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
3
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
Ekonomi
19 jam yang lalu
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
4
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
Peristiwa
19 jam yang lalu
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
5
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
Sepakbola
21 jam yang lalu
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
6
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Internasional
20 jam yang lalu
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Bukan Batuk dan Demam, Ini 2 Gejala Awal Terinfeksi Virus Corona

Bukan Batuk dan Demam, Ini 2 Gejala Awal Terinfeksi Virus Corona
Ilustrasi sakit kepala. (int)
Selasa, 06 Oktober 2020 07:11 WIB

JAKARTA - Gejala awal terinfeksi virus corona ternyata bukanlah, batuk, demam, hilangnya indera penciuman atau tidak berfungsinya indera perasa.

Dikutip dari detikcom, para ilmuwan dari King's Collage London, menemukan, sebagian besar pasien Covid-19 mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan, sebelum munculnya gejala lainnya.

Berdasarkan data dari aplikasi Pelacakan Gejala Covid-19, mereka menemukan 82 persen pasien mengalami sakit kepala dan 72 persen merasakan kelelahan berlebih sebelum gejala utama muncul.

Mereka juga mendapati hanya 9 persen orang dewasa berusia antara 18 dan 65 tahun yang mengatakan bahwa mereka tidak mengalami sakit kepala atau kelelahan dalam tujuh hari pertama pasca terinfeksi Covid-19.

Hanya saja, dua kondisi ini juga bisa pertanda penyakit lain, itulah sebabnya banyak pasien tidak mengetes Covid-19 setelah mereka mengalami sakit kepala atau kelelahan.

''Meski sakit kepala dan kelelahan umumnya ditemukan pada orang yang memiliki Covid-19, bersamaan dengan gejala lain, memiliki salah satu atau kedua gejala itu saja tidak bisa menjadi indikasi Covid-19,'' tulis peneliti dikutip dari The Sun, Senin (5/10/2020).

Selain itu penelitian mereka menunjukkan bahwa 40 persen dari semua kelompok umur melaporkan mengalami demam dalam tujuh hari pertama. Hilangnya bau dan batuk terus-menerus masih merupakan gejala utama yang harus diwaspadai dan seseorang yang mengidapnya harus menjalani tes Covid-19.

Para ahli juga mencatat beberapa variasi gejala pada kelompok usia yang berbeda. Sakit kepala, anosmia, batuk terus-menerus, dan sakit tenggorokan lebih sering dilaporkan oleh orang dewasa berusia antara 18 dan 65 tahun, daripada orang tua atau anak-anak.

Sementara hilangnya penciuman lebih banyak dialami oleh kelompok usia dewasa - 55 persen, dibandingkan dengan 21 persen pada anak-anak dan 26 persen pada orang tua.

Mereka yang berusia di atas 65 tahun dilaporkan mengalami kebingungan, disorientasi dan sesak napas yang parah lebih sering daripada kelompok lain, sementara secara keseluruhan gejala ini kurang umum pada mereka yang berusia 18-65 tahun.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww