Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Kriminal

UU Kerjasama Pertahanan RI-Swedia Disahkan, Isinya...

UU Kerjasama Pertahanan RI-Swedia Disahkan, Isinya...
Perwakilan Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha (kiri). (Foto: Ist.)
Selasa, 06 Oktober 2020 09:06 WIB
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Swedia di Bidang Pertahanan menjadi Undang-Undang, melalui Rapat Paripurna di Senayan, Senin (5/10/2020), kemarin.

Perwakilan Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha mengungkapkan dalam rapat paripurna, bahwa Komisinya telah melaksanakan RDPU (rapat dengar pendapat umum) dengan para pakar, akademisi, dalam rangka mendapatkan masukan terhadap rancangan tersebut dan telah melaksanakan RDPU dengan pemerintah pada 30 September 2020.

Mengutip Parlementaria pada Selasa (6/10/2020), kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Kerajaan Swedia meliputi tujuh poin, di antaranya pertukaran informasi dan pengalaman tentang isu-isu yang menjadi kepentingan bersama terkait dengan aspek politik, militer dan isu keamanan maritim internasional.

Kerjasama pertahanan juga mencakup pengembangan kerja sama dalam industri pertahanan khususnya transfer teknologi, penelitian bersama, produksi bersama, pemasaran bersama, dan jaminan kualitas.

Selanjutnya, pengembangan dan peningkatan pelatihan militer pada semua tingkatan, termasuk personel sipil di Kementerian Pertahanan.

Senin yang sama, bertepatan dengan Peringatan HUT TNI ke-75, Presiden RI Joko Widodo menyatakan pentingnya tranformasi pertahanan nasional. Presiden menekankan pentingnya investasi di ranah militer.

"Untuk menguasai lompatan teknologi militer terkini, kita harus sungguh-sungguh untuk mengubah kebijakan kita dari kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan," kata Presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Voli, Metropolitan, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww