Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
Hukum
13 jam yang lalu
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
2
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
Kesehatan
13 jam yang lalu
Pimpinan MPR Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin
3
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
Politik
13 jam yang lalu
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
4
MPR Dorong Masyarakat Gunakan GOLS
Ekonomi
14 jam yang lalu
MPR Dorong Masyarakat Gunakan GOLS
5
Hari Kedua Cuti Bersama, Pengunjung TMII Tembus 11.000 Orang
Umum
13 jam yang lalu
Hari Kedua Cuti Bersama, Pengunjung TMII Tembus 11.000 Orang
6
Cegah Penularan Covid-19 di 'Rest Area', Warga Diimbau Pulang sebelum 1 November
Kesehatan
11 jam yang lalu
Cegah Penularan Covid-19 di Rest Area, Warga Diimbau Pulang sebelum 1 November
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kompak Laporkan Dugaan Korupsi Dana KSO Lapangan Migas Jatinegara

Kompak Laporkan Dugaan Korupsi Dana KSO Lapangan Migas Jatinegara
Foto: Ist./Kompak Indonesia
Senin, 12 Oktober 2020 13:08 WIB
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia) melaporkan Izma A. Bursman (Managing Director Foster Oil & Energy Pte.Ltd) dan Dhan Akbar Siregar (mantan GM KSO) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan ini terkait Dugaan Kuat Korupsi atas penyimpangan dana KSO (PD. Migas) Kota Bekasi dalam pengelolaan keuangan Lapangan Migas Jatinegara.

"Penyimpangan dana tersebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara (keuangan daerah) Pemerintahan Kota Bekasi selama masa produksi 54 bulan sebesar kurang lebih 18.792.000 USD di luar cost recovery. Atau setara Rp 278.121.600.000 di luarcost recovery," kata Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Gabriel mengungkapkan, pada Februari 2020 lalu Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah bersurat ke Walikota Bekasi terkait hasil investigasi terhadap KSO antara Pertamina EP dan PD. Investigasi itu menemukan adanya kejanggalan dari sisi mekanisme regulasi juga dalam laporan keuangan KSO.

Lalu, pada surat bernomor LHAI-7/D502/2/2020, BPKP juga melaporkan hasil Audit Investigatif atas Proses Penetapan Foster Oil & Energy sebagai perusahaan asing pendukung PD. Migas Kota Bekasi dalam Kerjasama Operasi dengan PT. Pertamina EP Periode 2009–Juli 2019.

Foster Oil & Energy Pte.Ltd, papar Gabriel, adalah sebuah perusahaan yang terdaftar di Singapura namun mungkin dimiliki oleh orang-orang Indonesia dan diduga sebagai perusahaan cangkang tapi legal secara hukum.

Foster masuk ke Indonesia dan bertindak sebagai co-operator pada Perusahaan Daerah Minyak dan Gas (PD. Migas) BUMD milik Pemkot Bekasi yang bekerjasama dengan PT. Pertamina EP melalui Perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) dalam eksplorasinya. Foster bertindak sebagai mitra KSO dan sebagai operator lapangan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Hukum
wwwwww