Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Cegah Salah Tangkap saat Demo, Polda Kalteng Juga Sediakan Rompi Khusus Wartawan

Cegah Salah Tangkap saat Demo, Polda Kalteng Juga Sediakan Rompi Khusus Wartawan
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Dedy Prasetyo menujukkan rompi khusus wartawan peliput demo. Foto: Dok. Istimewa
Selasa, 13 Oktober 2020 13:23 WIB
PALANGKARAYA - Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh kerap merugikan semua pihak tidak terkecuali wartawan. Mereka sering menjadi salah tangkap hingga berujung pada aksi pemukulan saat menjalankan tugasnya.

Menyikapi hal itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Dedi Prasetyo membuat rompi pengenal khusus untuk wartawan. Rompi tersebut diberi warna oranye dengan tulisan ‘Pers’.

"Ini sebagai identitas rekan media di lapangan saat meliput kegiatan menyampaikan pendapat. Semoga dengan adanya rompi ini rekan media dapat dikenal dan terlindungi," kata Dedi lewat keterangannya, Senin (12/10).

Dedi menuturkan, kondisi di lapangan saat unjuk rasa ricuh memang kerap membuat situasi tidak terprediksi. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi rompi tersebut untuk menghindari insiden salah tangkap hingga penganiayaan.

"Semoga dengan adanya rompi ini tidak ada lagi kesalahpahaman antara aparat yang tugas mengamankan kegiatan menyampaikan pendapat dengan para rekan media," ujar Dedi.

Lebih lanjut, mantan Karopenmas Divisi Humas Polri tersebut mengungkapkan, pemberian warna oranye pada rompi untuk memudahkan petugas mengenal identitas wartawan. Petugas pun diminta dapat menahan diri.

"Ini warna oranye sangat mencolok dan mudah dikenali. Jadi tidak ada lagi alasan aparat tak mengenali rekan media yang sedang bertugas meliput," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan
Kategori:Voli, Olympic, PON, Badminton
wwwwww