Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
2
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
Hukum
19 jam yang lalu
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
3
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
Ekonomi
19 jam yang lalu
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
4
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
Peristiwa
19 jam yang lalu
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
5
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
Sepakbola
21 jam yang lalu
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
6
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Internasional
20 jam yang lalu
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Cegah Salah Tangkap saat Demo, Polda Kalteng Juga Sediakan Rompi Khusus Wartawan

Cegah Salah Tangkap saat Demo, Polda Kalteng Juga Sediakan Rompi Khusus Wartawan
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Dedy Prasetyo menujukkan rompi khusus wartawan peliput demo. Foto: Dok. Istimewa
Selasa, 13 Oktober 2020 13:23 WIB
PALANGKARAYA - Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh kerap merugikan semua pihak tidak terkecuali wartawan. Mereka sering menjadi salah tangkap hingga berujung pada aksi pemukulan saat menjalankan tugasnya.

Menyikapi hal itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Dedi Prasetyo membuat rompi pengenal khusus untuk wartawan. Rompi tersebut diberi warna oranye dengan tulisan ‘Pers’.

"Ini sebagai identitas rekan media di lapangan saat meliput kegiatan menyampaikan pendapat. Semoga dengan adanya rompi ini rekan media dapat dikenal dan terlindungi," kata Dedi lewat keterangannya, Senin (12/10).

Dedi menuturkan, kondisi di lapangan saat unjuk rasa ricuh memang kerap membuat situasi tidak terprediksi. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi rompi tersebut untuk menghindari insiden salah tangkap hingga penganiayaan.

"Semoga dengan adanya rompi ini tidak ada lagi kesalahpahaman antara aparat yang tugas mengamankan kegiatan menyampaikan pendapat dengan para rekan media," ujar Dedi.

Lebih lanjut, mantan Karopenmas Divisi Humas Polri tersebut mengungkapkan, pemberian warna oranye pada rompi untuk memudahkan petugas mengenal identitas wartawan. Petugas pun diminta dapat menahan diri.

"Ini warna oranye sangat mencolok dan mudah dikenali. Jadi tidak ada lagi alasan aparat tak mengenali rekan media yang sedang bertugas meliput," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan
Kategori:Pemerintahan, Peristiwa, Umum, GoNews Group
wwwwww