Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
24 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
2
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
3
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
4
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
23 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
5
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Olympic

PKS: Syahganda Nainggolan Ditangkap, Langkah Awal Busukkan KAMI

PKS: Syahganda Nainggolan Ditangkap, Langkah Awal Busukkan KAMI
Politisi PKS, Nasir Djamil. (Istimewa)
Selasa, 13 Oktober 2020 14:15 WIB
JAKARTA - Syahganda Nainggolan ditangkap tim penyidik Bareskrim Mabes Polri lantaran diduga melakukan pelanggaran Undang Undang ITE.

Penangkapan Syahganda ini dikenal sebagai underbouw dari Gatot Nurmantyo.

Politisi PKS Muhammad Nasir Djamil menyampaikan adanya anggapan Syahganda merupakan underbouw dari Gatot Nurmantyo hanya sebatas spekulasi.

“Spekulasi di publik pasti begitu. Publik berpikir apakah menangkap dan menahan SN, merupakan langkah awal untuk membusukkan KAMI? semua orang, termasuk saya mungkin bisa berspekulasi seperti itu juga,” ujar Nasir, Selasa (13/10).

Legislator asal Aceh ini justru mempertanyakan penangkapan Syahganda Nainggolan yang kritis terhadap negara itu merupakan pembunuhan karakter penguasa atau tidak.

“Pertanyaannya apakah kritikan SN di media sosial membahayakan negara dan menghancurkan karakter penguasa? Justru para pengkritik harus diberi ruang dan kanal agar ada komunikasi dua arah yang saling memahami,” tegasnya.

“Kalau demokrasi dipertentangkan dengan peraturan perundangan yang ruwet,” tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Badminton, Metropolitan, Voli, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww