Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Hari Pangan Sedunia, 132 Juta Orang Diprediksi Kelaparan hingga Akhir 2020

Hari Pangan Sedunia, 132 Juta Orang Diprediksi Kelaparan hingga Akhir 2020
Ilustrasi. (Gambar: Ist. via Sekolah Relawan)
Jum'at, 16 Oktober 2020 10:06 WIB
JAKARTA - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyatakan, pandemi Covid-19 telah menunjukkan bahwa sistem pangan dan pertanian global, masih rapuh sehingga turut memicu resesi ekonomi dunia.

Dan akibat resesi ekonomi itu, setidaknya 132 juta orang di dunia diprediksi menderita kelaparan sampai akhir tahun ini.

Bahkan sebelum pandemi, kata FAO, lebih dari dua miliar orang tidak memiliki akses yang tetap untuk makanan yang aman dan bergizi.

Perwakilan FAO di Indonesia, Victor Mol mengatakan, pandemi memang menambah kekhawatiran baru di area pangan dan pertanian. Namun di saat yang sama, pandemi COVID-19 juga memberikan kesempatan untuk membangun kembali sistem pangan dan pertanian.

"Lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan inovasi dan kemitraan yang kuat. Setiap orang memiliki peran untuk dilakukan mulai dari pemerintah, swasta hingga individu untuk memastikan makanan sehat dan bergizi tersedia untuk semua," kata Victor di Jakarta, Jumat (16/10/2020) seperti dilansir Antara.

Di momentum Hari Pangan Sedunia yang bertepatan 16 Oktober 2020, hari ini, dan tema besar "Tumbuhkan, Pelihara, Lestarikan Bersama. Tindakan kita adalah Masa Depan kita", FAO Indonesia juga mengadakan serangkaian kegiatan di bulan Oktober bertajuk "Food Heroes Festival" yang berpusat pada kegiatan-kegiatan virtual.

Sebagai tambahan informasi, FAO adalah organisasi yang lebih tua dari PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa). FAO yang didirikan pada 16 Oktober 1945, tepat berusia 75 tahun hari ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Metropolitan, Nasional, Basket, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww