Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Beladiri

Syahidnya Bocah Hebat dan Absennya Peran Negara

Syahidnya Bocah Hebat dan Absennya Peran Negara
Rangga, bocah SD meninggal dunia saat menolong ibunya yang hendak diperkosa. (Istimewa)
Sabtu, 17 Oktober 2020 09:49 WIB
Penulis: KH. Hafidz Abdurrahman
RANGGA, bocah 9 tahun warga Gampong Alue Gadeng, Birem Bayeun, Aceh Timur memang telah tiada. Namun kisah tragisnya di malam buta dalam menyelamatkan ibunya dari pemerkosaan meninggalkan banyak kesan.

Kemarin, Kamis (15/10), tagar dengan nama #Rangga di Twitter menjadi trending. Warganet berkaca-kaca dalam duka saat membaca kisah anak berani ini yang harus tewas karena mencoba menyelamatkan kehormatan ibunya.

Hingga sore, hampir 32 ribu tweet mampir ke tagar #Rangga. Tweet warganet mengutuk aksi brutal penjahat pemerkosa ibu sekaligus membunuh anaknya.

Kasus Rangga mengajarkan kepada kita tentang arti menjaga kehormatan ibu bagi anak laki-laki. Juga ayah bagi anak-anak perempuannya. Nabi bahkan menyebut tindakan itu sebagai syahadah. Kepergian Rangga jelas syahid. Karena membela kehormatan ibunya.

Dalam kasus ini negara seharusnya menghukum pelaku dengan hukuman berat. Karena telah membunuh dan memperkosa. Inilah tugas negara menjaga darah dan kehormatan setiap warga negaranya.

Jika tidak, kelak Rangga dan orang tuanya akan menuntut di Mahkamah Allah atas semua kelalaian ini.

Selamat jalan, Rangga, engkau telah mengajarkan makna kemuliaan, kehormatan dan harga diri melebihi apapun, termasuk nyawa.

Ya Rabb, tempatkanlah dia di dalam jannah-Mu. Jadikanlah syahadahnya sebagai kafarat bagi orang tuanya yang telah mendidiknya menjadi Rijal (kesatria)

Amin ya Mujibas Sailin. Penulis: KH. Hafidz Abdurrahman.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Aceh, DKI Jakarta, Korporasi, Voli, Beladiri, Olympic
wwwwww