Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kemendes Transformasikan Rp12 Triliun Keuangan Mikro Desa
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Kemendes Transformasikan Rp12 Triliun Keuangan Mikro Desa
2
Berikut Kronologi Perwira Brimob 'Smack Down' Anggota Dalmas Polri saat Amankan Demo di Jambi
Peristiwa
17 jam yang lalu
Berikut Kronologi Perwira Brimob Smack Down Anggota Dalmas Polri saat Amankan Demo di Jambi
3
Bantah Video Brimob Nyamar jadi Mahasiswa di Jambi, Polri Sebut Hanya Salah Paham
Peristiwa
17 jam yang lalu
Bantah Video Brimob Nyamar jadi Mahasiswa di Jambi, Polri Sebut Hanya Salah Paham
4
Prancis Tutup Masjid karena Kecam Guru Gunakan Kartun Nabi Sebagai Materi Kebebasan Berekspresi
Internasional
17 jam yang lalu
Prancis Tutup Masjid karena Kecam Guru Gunakan Kartun Nabi Sebagai Materi Kebebasan Berekspresi
5
Iriana Berjilbab Saat Dampingi Jokowi Sambut PM Jepang
Internasional
21 jam yang lalu
Iriana Berjilbab Saat Dampingi Jokowi Sambut PM Jepang
6
Rencana Kominfo Blokir Medsos, PKS: Bisa Mengancam Kebebasan Berekspresi
DPR RI
13 jam yang lalu
Rencana Kominfo Blokir Medsos, PKS: Bisa Mengancam Kebebasan Berekspresi
Home  /  Berita  /  Hukum

Syahidnya Bocah Hebat dan Absennya Peran Negara

Syahidnya Bocah Hebat dan Absennya Peran Negara
Rangga, bocah SD meninggal dunia saat menolong ibunya yang hendak diperkosa. (Istimewa)
Sabtu, 17 Oktober 2020 09:49 WIB
Penulis: KH. Hafidz Abdurrahman
RANGGA, bocah 9 tahun warga Gampong Alue Gadeng, Birem Bayeun, Aceh Timur memang telah tiada. Namun kisah tragisnya di malam buta dalam menyelamatkan ibunya dari pemerkosaan meninggalkan banyak kesan.

Kemarin, Kamis (15/10), tagar dengan nama #Rangga di Twitter menjadi trending. Warganet berkaca-kaca dalam duka saat membaca kisah anak berani ini yang harus tewas karena mencoba menyelamatkan kehormatan ibunya.

Hingga sore, hampir 32 ribu tweet mampir ke tagar #Rangga. Tweet warganet mengutuk aksi brutal penjahat pemerkosa ibu sekaligus membunuh anaknya.

Kasus Rangga mengajarkan kepada kita tentang arti menjaga kehormatan ibu bagi anak laki-laki. Juga ayah bagi anak-anak perempuannya. Nabi bahkan menyebut tindakan itu sebagai syahadah. Kepergian Rangga jelas syahid. Karena membela kehormatan ibunya.

Ads

Dalam kasus ini negara seharusnya menghukum pelaku dengan hukuman berat. Karena telah membunuh dan memperkosa. Inilah tugas negara menjaga darah dan kehormatan setiap warga negaranya.

Jika tidak, kelak Rangga dan orang tuanya akan menuntut di Mahkamah Allah atas semua kelalaian ini.

Selamat jalan, Rangga, engkau telah mengajarkan makna kemuliaan, kehormatan dan harga diri melebihi apapun, termasuk nyawa.

Ya Rabb, tempatkanlah dia di dalam jannah-Mu. Jadikanlah syahadahnya sebagai kafarat bagi orang tuanya yang telah mendidiknya menjadi Rijal (kesatria)

Amin ya Mujibas Sailin. Penulis: KH. Hafidz Abdurrahman.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Aceh, DKI Jakarta, Opini, Pemerintahan, Hukum, Peristiwa
wwwwww