Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  MPR RI
Sosialisasi 4 Pilar

Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 

Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 
Senin, 19 Oktober 2020 19:25 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kesantrian, jelang Hari Santri Nasional. Nilai kesantrian, bagi Jazilul, adalah rasa cinta kepada tanah air.

Hal itu disampaikan Jazilul dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR yang digelar di Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Pamulang Barat, Tangsel, Banten, Senin (19/10/2020).

Kesantrian dan rasa cinta tanah air, menurut Jazilul, adalah nilai yang sejak lama diukir dalam sejarah. Ia mengulas sejarah Resolusi Jihad, dimana umat bersatu melawan kembalinya penjajah pasca proklamasi kemerdekaan RI.

Hari di mana Resolusi Jihad diserukan itulah, kata Jazilul, ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Santri Nasional, yakni 22 Oktober.

"Untuk itu Hari Santri menjadi hari bagi semua ummat Islam," paparnya.

Semangat Hari Santri mampu memperkokoh Indonesia. Resolusi Jihad juga merupakan wujud dari kepedulian ummat Islam bagi keberlangsungan bangsa Indonesia.

"Jadi jangan dibentur-benturkan antara agama dan negara," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu.

Santri, kata Jazilul, merupakan sosok yang mampu mempertemukan antara nilai-nilai ke-Islam-an dan nasionalisme.

Berjihad sesuai dengan Resolusi Jihad, menurut Jazilul Fawaid perlu diteruskan, namun musuh yang dihadapi saat ini adalah kemiskinan, kebodohan, dan korupsi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, MPR RI, Badminton, DKI Jakarta, Banten
wwwwww