Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Demo Tolak Ciptaker, Anak STM: Semua Rakyat Berhak Memberikan Pendapatnya Masing-Masing

Demo Tolak Ciptaker, Anak STM: Semua Rakyat Berhak Memberikan Pendapatnya Masing-Masing
Gambar: Tangkapan layar.
Selasa, 20 Oktober 2020 22:27 WIB
JAKARTA -'Aliansi Pelajar STM se-Jakarta dan Bogor', begitu sebutan kumpulan anak-anak usia pelajar yang berdemo (berunjuk rasa) di kawadan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).

"Kami ini aliansi, aliansi pelajar, pelajar STM, se-Jakarta, se-Bogor," kata salah seorang peserta aksi ketika ditanyai di lokasi aksi, sebagaimana dikutip dari video unggahan akun instagram @warungjurnalis, Selasa.

Keterangan unggahan video itu menyebut, demo tersebut adalah demo menolak UU Omnibuslaw (UU Ciptaker).

Peserta demo yang mengenakan celana abu-abu dan switer hitam itu-tanpa ditanya alasan mereka berdemonstrasi-menyebut satu pasal (nomor pasal yang disebutkan kurang jelas).

"Bu, semua rakyat berhak memberikan pendapatnya masing-masing," kata peserta yang mengaku berasal dari Tanjung Priok, Jakarta Utara itu.

Sebagai informasi, kebebasan berpendapat memang dijamin dalam konstitusi. Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menyatakan, "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.".

Pasal dalam UUD 1945 itu juga didukung oleh Pasal 24 ayat (1) UU HAM yang berbunyi, "setiap orang berhak untuk berkumpul, berapat, dan berserikat untuk maksud-maksud damai.".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan, Beladiri, Olympic
wwwwww