Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
15 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Kriminal

Arwani Desak Pemerintah Terbitkan Perpres dan Permen tentang Pesantren

Arwani Desak Pemerintah Terbitkan Perpres dan Permen tentang Pesantren
Foto: Ist.
Rabu, 21 Oktober 2020 21:27 WIB
JAKARTA - Anggota Fraksi PPP DPR RI, Arwani Thomafi, menyatakan desakannya pada pemerintah untuk segera menuntaskan aturan turunan UU 18/2019 tentang Pesantren.

"Terbitnya aturan turunan yang terlambat, menyebabkan penundaan rekognisi, afirmasi, & fasilitasi negara bagi Pesantren," kata Arwani keoada Wartawan Parlemen, Rabu (21/10/2020).

Sejak UU Pesantren itu disahkan, kata Arwani, belum ada aturan pelaksana yang diterbitkan oleh pemerintah. Padahal, dibutuhkan setidaknya 2 Substansi Peraturan Presiden (Perpres) dan 7 Substansi Peraturan Menteri sebagai aturan turunan.

"Kami mendukung penuh program afirmasi & fasilitasi negara kepada Pesantren melalui Program Kerja di berbagai Kementerian antara lain, seperti Rusun bagi Pesantren, peningkatan Sanitasi Pesantren yang layak, Pusat Kesehatan Pesantren, Program Pendidikan Daring, Pendidikan Vokasi di Pesantren (BLK) dan sebagainya, yang benar-benar memiliki dampak konkret bagi peningkatan kualitas, kapasitas, dan daya saing santri," kata Arwani.

Wakil Ketua Umum PPP itu menyatakan, pihaknya menyayangkan peringatan Hari Santri tahun 2020 pada 22 Oktober, ditandai dengan tidak dialokasikannya Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren dalam APBN 2021.

"Kami mendesak, pemerintah dapat melakukan perubahan APBN 2021 dengan kembali mengalokasikan BOP ke pesantren dan Biaya Operasional Santri. Upaya ini untuk mengkonkretkan jargon "Santri Sehat Indonesia Kuat" dalam peringatan Hari Santri Tahun 2020," kata politisi yang tercatat sebagai Alumni Pesantren Futuhiyyah Mranggen itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww