Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Wisata Olahraga Perlu Dipacu Dan Dikembangkan Kata Menpora

Wisata Olahraga Perlu Dipacu Dan Dikembangkan Kata Menpora
Menpora Zainudin Amali (Foto: kemenpora.go.id)
Selasa, 27 Oktober 2020 13:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan apa yang menjadi thema dalam Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 tahun 2020 yaitu Sports Tourism (Wisata Olahraga) perlu dikembangkan pada tahun 2021.

Permintaan ini disampaikan Zainudin Amali secara virtual pada Rapat Koordinasi (Rakor) Stakeholder Penyelenggara Olahraga Rekreasi dari Sitroom Lantai 9 Graha Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2020) malam.  Bahkan, dia mengapresiasi Asdep Olahraga Rekreasi pada Deputi Pembudayaan Olahraga yang sudah merumuskan dan merekomendasikan perencanaan tentang wisata olahraga.

Menurut Zainudin Amali, wisata olahraga sudah saatnya dipacu dan dikembangkan karena multi efek yang luar biasa dari potensi alam dan sisi ekonomi kreatif. "Olahraga rekreasi harus dipersiapkan untuk mendukung sports tourism, karena hal itu sudah menjadi tema pada Haornas dan sudah ditindaklanjuti MoU dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," tegasnya.

Selain tentang evaluasi dan perencanaan, rakor juga membahas dan mempersiapkan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) yang mengatur lebih lanjut mengenai pembagian kewenangan kepada pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah/kota, sehingga akan mudah koordinasi dalam menjalankan setiap program.

"NSPK sangat penting, Kemendagri menunggu, provinsi dan kabupaten/kota juga menunggu, jangan salahkan mereka kalau tidak bergerak jika tidak ada NSPK karena itu sebagai acuan," ucap Menpora RI memberikan apresiasi lagi.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta melaporkan bahwa kegiatan Rakor selain secara virtual, para peserta yang terdiri dari KORMI, induk organisasi olahraga rekreasi masyarakat, serta stakeholder lainnya selama dua hari (26-27 Oktober) berada di dekat Pantai Anyer guna menterjemahkan secara nyata pentingnya sports tourism.

"Sengaja kami berada di tempat rekreasi Anyer dengan protokol kesehatan, sebagai perwujudan menindaklanjuti tema besar Haornas Sports Tourism," lapornya. ***

wwwwww