Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
22 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
21 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
23 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
19 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Ekonomi

DPD Dorong Peningkatan Produksi Nanas Lampung yang Sudah 'Go International'

DPD Dorong Peningkatan Produksi Nanas Lampung yang Sudah Go International
Nanas Subang. (gambar: net)
Kamis, 12 November 2020 15:00 WIB
BANDAR LAMPUNG - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung peningkatan produksi Nanas Subang di Lampung, menyusul tingginya peminat nanas tersebut di mancanegara.

"Kita harus dukung agar Nanas Subang di Lampung semakin lebih besar lagi produksinya," ujar LaNyalla di Bandar Lampung di sela kunjungan kerja di Provinsi Lampung, Kamis (12/11/2020) pagi.

Pemerintah daerah, diminta LaNyalla, harus terus memberi pendampingan kepada para petani agar dapat meningkatkan volume dan kualitas produksi Nanas Subang.

Untuk diketahui, Lampung adalah sentra penghasil nanas terbesar pada 2019 dengan capaian produksi mencapai 699.243 ton.

Nanas Subang termasuk dari Lampung, diekspor ke Amerika Serikat, Spanyol, China, Belanda, Singapura, Jepang, Argentina dan Jerman untuk nanas olahan (kaleng), sementara untuk nanas segar diekspor ke Uni Emirat Arab, Jepang dan Saudi Arabia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Lampung, DKI Jakarta, Badminton, Nusantara, Nasional, Ekonomi
wwwwww