Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Beladiri

Polisi akan Tangkap MRS

Polisi akan Tangkap MRS
Muhammad Rizieq Shihab dalam tulisan Tempo berjudul "Misteri 'Baku Tembak KM 50'". (gambar: ist/tempo)
Jum'at, 11 Desember 2020 19:35 WIB

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus menegaskan, pihaknya akan melakukan penangkapan kepada MRS (Muhammad Rizieq Shihab).

"Sekali lagi saya ulangi, Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan kepada MRS," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Ketegasan polisi ini lantaran MRS tak datang memenuhi dua kali pemanggilan sebelumnya, saat MRS masih akan diperiksa sebagai saksi.

"Saya tegaskan lagi panggilan saksi pertama tidak datang, panggilan saksi kedua tidak datang," kata Yusri.

Kamis, kemarin, Yusri menjelaskan bahwa penangkapan yang akan dilakukan terhadap MRS telah sesuai dengan peraturan perundangan yakni, Pasal 112 ayat (2) KUHAP, yang bunyinya 'Orang yang dipanggil wajib datang kepada penyidik dan jika Ia tidak datang, penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawa kepadanya'.

"Polri dalam hal ini akan menggunakan kewenangan upaya paksa yang dimiliki oleh Polri sesuai aturan perundang-undangan. Kan ada dua, pemanggilan atau dengan penangkapan itu upaya paksa," kata Yusri, Kamis.

Kasus ini, terkait kerumunan massa di acara pernikahan putri MRS di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 14 November 2020 lalu. Polisi, telah melakukan gelar perkara.

"Hasilnya, ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka. Pertama penyelenggara, saudara MRS," kata Yusri.

Adapun 5 tersangka lainnya yakni, ketua panitia Haris Ubaidillah, sekretaris panitia Ali Bin Alwi Alatas, penanggungjawab keamanan acara Maman Suryadi, penanggungjawab acara Sobri Lubis, dan kepala seksi acara Habib Idrus.

Terkait status tersangka MRS dan rencana penangkapan pada pentolan FPI itu, pengacara MRS, Aziz Yanuar, mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat. Ia meminta surat panggilan pemeriksaan tersangka bagi kliennya.

Untuk diketahui, selain proses di kepolisian, kerumunan itu juga berkonsekuensi kewajiban membayar denda Rp50 juta kepada pemerintah daerah. Menantu MRS, Habib Hanif mengungkapkan, pihaknya telah membayar kewajiban denda tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Beladiri
wwwwww