Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
7 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
3
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
13 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
4
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
10 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
5
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
6 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
6
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Umum
12 jam yang lalu
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Home  /  Berita  /  Umum

Ombudsman Sumbar: Aduan terkait Bansos Lebih Banyak dari Aduan bidang Pendidikan selama Pandemi

Ombudsman Sumbar: Aduan terkait Bansos Lebih Banyak dari Aduan bidang Pendidikan selama Pandemi
Ilustrasi Ombudsman. (gambar: istimewa/new indonesia)
Kamis, 24 Desember 2020 14:03 WIB

JAKARTA - Pelaksana harian kepala perwakilan Ombudsman Sumatera Barat (Sumbar), Adel Wahidi mengungkapkan, terjadi pergeseran substansi pengaduan masyarakat dari pengaduan mengenai bidang pendidikan menjadi pengaduan bidang kesejahteraan sosial.

"Tahun ini ada sedikit perubahan pola pengaduan masyarakat, selain banyak dilakukan secara online, subtansi yang dikeluhkan paling banyak juga berubah, jika tahun lalu soal pendidikan, maka tahun ini adalah kesejahteraan sosial," kata Adel dalam sebuah rilis, Kamis (24/12/2020).

Pergeseran substansi pengaduan ke bidang kesejahteraan sosial itu, jelas Adel, disebabkan program bantuan sosial (bansos) yang banyak dikeluhkan masyarakat di tahun 2020.

Karenanya, lanjut Adel, secara resmi Ombudsman juga membuka posko khusus, guna menerima dan menangani laporan terkait bansos pandemi Covid-19.

"Ada 152 laporan yang terkait dengan bansos. Selain itu terdapat 225 laporan bersifat reguler, jadi sampai saat ini, setidak terdapat 327 laporan masyarakat. Keluhan lainnya, seputar pendidikan, pertanahan, kepolisian dan kepegawaian," kata Adel.

Saat menerima kunjungan anggota DPR RI dapil Sumbar II, Guspardi Gaus pada Rabu (23/12/2020) kemarin, Adel mengungkapkan, "Alhamdulillah, 70 persen dari laporan itu telah berhasil diselesaikan,".

"Mereka yang tadinya tidak mendapatkan hak layanan, telah mendapatkan layanan kembali, beberapa instansi terlapor, juga telah melakukan perbaikan pelayanan pada instansinya," kata Adel.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Sumatera Barat, DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Pendidikan, Ekonomi, Umum
wwwwww