Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
Olahraga
21 jam yang lalu
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
2
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
Peristiwa
19 jam yang lalu
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
3
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
4
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
Olahraga
21 jam yang lalu
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
5
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
Peristiwa
19 jam yang lalu
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
6
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
Peristiwa
19 jam yang lalu
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Tempe Tahu Tak Tersedia di Pasar, Warga: Pedagang Bilang Nggak Sanggup Jual

Tempe Tahu Tak Tersedia di Pasar, Warga: Pedagang Bilang Nggak Sanggup Jual
Kacang kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe. (gambar: ist./kompas.com)
Senin, 04 Januari 2021 15:11 WIB

TANGERANG SELATAN - Tahu dan tempe tak tersedia di pasar Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Warga tak mendapatkan satu pun pedagang yang masih menjual tahu dan tempe per Senin (4/1/2021).

"Iya sih, dari hari Rabu juga pedagang sudah bilang kalau mereka tidak bisa menjual tahu tempe untuk sementara waktu," kata Ayu, warga setempat, Senin.

"Bu, minggu depan kami nggak jualan dulu ya. Kami mau demo. Harga kedelainya gila-gilaan, nggak sanggup jual kami," sambung Ayu mengutip pernyataan pedagang yang tak Ia sebut namanya itu.

Mengutip merdeka.com, direktur jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi, menyebut bahwa mahalnya harga kedelai karena tingginya biaya angkut kedelai impor.

"Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga kedelai impor yakni ongkos angkut yang juga mengalami kenaikan. Waktu transportasi impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama 3 minggu menjadi lebih lama yaitu 6 hingga 9 minggu," kata Suwandi usai rapat koordinasi Kementan bersama Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) di Kantor Pusat Kementan Jakarta, Senin (4/1/2021).

Terkait hal ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk olahan dari kedelai yakni tahu dan tempe mengalami inflasi pada Desember 2020 menyusul kenaikan harga kedelai di pasar global.

"Tahu mentah mengalami inflasi 0,06 persen dan tempe mengalami inflasi 0,05 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Senin (4/1/2020).

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya menjadikan kedelai lokal sebagai kekuatan di tengah situasi meningkatnya harga kedelai impor.

"(Kenaikkan harga kedelai) Saya akan sikapi di lapangan. Saya tidak mau janji dulu karena saya lagi kerja. Dan Insya Allah dari agenda-agenda yang kita siapkan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi jawaban," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo usai bertemu Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Gedung Ditjen Tanaman Pangan Jakarta, Senin (4/1/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Banten, DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Ekonomi, Umum
wwwwww