Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
22 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
6
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
23 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Dengan Semangat Hukum PP Kebiri Kimia, NasDem Dorong Pengesahan RUU PKS

Dengan Semangat Hukum PP Kebiri Kimia, NasDem Dorong Pengesahan RUU PKS
Anggota fraksi partai NasDem di Komisi VIII DPR RI, daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat I, Lisda Hendrajoni dalam suatu kesempatan. (foto: dok. istimewa)
Selasa, 05 Januari 2021 09:47 WIB

JAKARTA - Anggota fraksi partai NasDem di Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni menyatakan, pihaknya mengapresiasi Presiden Jokowi yang memutuskan menandatangani PP tentang hukuman kebiri kimia bagi pelaku predator kejahatan seksual.

"Setidaknya dengan adanya hukuman ini para pelaku menjadi kehilangan niat untuk melakukan aksinya dengan ancaman hukuman yang cukup menyeramkan. Namun tentu saja efek jera yang diharapkan betul-betul terasa oleh para pelaku sehingga tidak menimbulkan predator-predator yang lain," kata Lisda dalam tanggapan tertulis yang diterima GoNews.co, Selasa (5/1/2021).

Sebagai orang tua, sambung Lisda, dirinya merasa miris saat melihat dan mendengar kabar tentang predator seksual yang berkeliaran. Kebijakan dan upaya sebelum munculnya PP kebiri saat ini, buka tak dilakukan. Namun, tidak terlihat adanya pengurangan dan belum memberikan efek jera bagi para pelaku.

Kekosongan aturan yang menjerakan itu, menjadi salah satu sebab terus meningkatnya angka kekerasan seksual pada anak maupun wanita. Terakhir, ungkap Lisda, hingga Agustus 2020 telah tercatat setidaknya 4.833 kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Belum lagi peristiwa yang tidak terungkap atau korban yang memilih bungkam karena belum jelasnya jaminan hukum bagi para korban atau takut karena di bawah ancaman. Kejahatan ini seperti teror bagi kita para orang tua," kata Lisda.

Selanjutnya, setelah PP tentang kebiri kimia ditandatangani oleh presiden, Lisda mendorong agar upaya penguatan hukum juga dilakukan dengan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) untuk penerapan secara global.

"Dan jika ini terwujud kita sebagai orang tua tentunya memiliki jaminan dan perlindungan dari negara untuk keamanan dan masa depan putra dan putri bangsa," kata Lisda.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Metropolitan, Voli, Beladiri
wwwwww