Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  PON

Wisata Aman saat Pandemi Covid-19 di Curug Kanoman Batang

Wisata Aman saat Pandemi Covid-19 di Curug Kanoman Batang
Objek Wisata Curug Kanoman Batang, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)
Senin, 11 Januari 2021 12:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Pengelola wisata Curug Kanoman di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menawarkan kepada masyarakat tempat lokasi wisata yang aman di tengah pandemi Covid-19.

Para wisatawan bisa menikmati sejuknya suasana hijau perkebunan teh dan gemerciknya Curug Kanoman (air terjun) di Desa Gringgingsari dengan aman dan nyaman. "Setiap pengunjung wajib memakai masker, pengecekan suhu tubuh dan menggunakan cairan handsanitizer," ujar Khoirudin Mboyak, salahsatu pengelola Curug Kanoman kepada GoNews.co, Senin (11/1/2021).

Tempat wisata di perbukitan itu berkonsep luar ruangan dan penerapan protokol kesehatan yang cukup ketat sesuai yang dianjurkan oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

Curug adalah istilah orang Jawa yang berarti air terjun. Adapun Genting adalah nama lokasi dimana air terjun tersebut berada. Curug Kanoman bukan air terjun biasa, pasalnya, air yang mengalir dari sungai tampak unik melalui bebatuan yang terhampar luas dan menyatu.

Bebatun itu adalah jenis "Ploso" atau batu dinding yang tak berujung. Batu ini pun terlihat menyatu seperti beton. Air sungai ini sendiri mengalir dari pegunungan yang masih alami dan segar. Pada hari Sabtu atau Minggu, biasanya wisatawan lokal yang didominasi anak-anak sekolah akan datang ke lokasi ini.

Suasana alam semakin kental dengan suara-suara binatang serangga dan burung-burung. Suara gemuruh air juga seperti ornamen musik yang menambah keindahan bagi telinga. Karakteristik air terjunnya merayap. Batuan penyusunnya juga unik, mirip dengan pahatan-pahatan tangan.

Namun menurut warga sekitar, bebatuan tersebut murni terbentuk oleh alam. Air terjun ini juga memiliki dua tingkat. Tingkat pertama, ketinggiannya kurang lebih 8 meter. Sementara tingkat kedua memiliki ketinggian sekitar 7 meter, letaknya berada dibawah aliran air terjun tingkat pertama.

Dari Kota Batang, akses menuju tempat wisata ini tidak sulit. Pengunjung cukup naik kendaraan umum baik angkot atu bus kota dengan trayek ke Pasar Bandar. Lalu turun di Simpang Tugu dengan ongkos sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 an.

Perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek menuju lokasi Desa Gringging Sari sekitar Rp20 - Rp30 ribuan sekali jalan. Jika tidak mau ribet, bisa langsung naik ojek dari Kota Batang/Kota Pekalongan langsung menuju lokasi dengan biaya sekitar Rp50.000.

Lokasi Curug Kanoman ini tidak jauh dari jantung desa. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki sekitar 15 menit. Selain Curug Kanoman, di desa tersebut juga terdapat wisata sejarah para wali (Sunan). Di lokasi wisata religi ini, terdapat peninggalan wali Syekh Abdurrahman Kajoran. Seperti Masjid Al Karomah, dan Makam Sunan Kajoran sendiri.

Jika beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan proses bersih-bersih pakaian dan tasbih serta tongkat Sunan Kajoran. Di Desa Gringgingsari ini juga terdapat lokasi yang disebut dengan Sendang Depok. Ini merupakan sumber mata air/ yang aliran airnya menggunakan pancuran dari bambu.

Konon katanya, obyek itu adalah peninggalan Sunan Kajoran disaat menyebarkan agama Islam. Air yang keluar dari balik bebantuan dan pohon besar tersebut, diyakini adalah bekas tancapan tongkat dari sang wali. Dari hasil perbincangan dengan warga di desa tersebut, para pengunjung atau tamu disarankan untuk hati-hati jika ke lokasi Sendang Depok ini. Selain memang dikeramatkan, Sendang ini juga diyakini bisa "Mbendoni" atau "Kebendu". Dalam bahasa Indonesia, bisa mengakibatkan hal-hal yang tak terduga.

Dari cerita warga juga, dulu pernah beberapa kali terjadi keanehan-keanehan. Salah satunya, ketika ada tamu yang bmeminta petunjuk nomor togel dilokasi ini. Tiba-tiba air yang keluar berubah jadi kotoran kerbau.

Ada juga perempuan yang sedang datang bulan dan nekad datang. Air tersebut berubah menjadi merah seperti darah. Itu sebabnya, warga menyarankan jika ke lokasi ini haruslah berpakaian sopan dan benar-benar dalam kondisi bersih. Dan air dari belik/sumber mata air ini juga diyakini terdapat karomah. Bisa untuk ikhtiar/obat berbagai penyakit. "Dengan seizin Allah, mudah-mudahan penyakit yang kita derita bisa sembuh," ungkap salah satu warga.***

wwwwww