Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Kesehatan
23 jam yang lalu
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
2
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
3
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
Kesehatan
22 jam yang lalu
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
4
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
Nasional
21 jam yang lalu
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
5
Soal Dana Mahar Pilkada Firdaus, Fauzi Kadir: Semua Sudah Selesai Jangan Dibikin Gaduh
Peristiwa
17 jam yang lalu
Soal Dana Mahar Pilkada Firdaus, Fauzi Kadir: Semua Sudah Selesai Jangan Dibikin Gaduh
6
PKS Dorong Pembentukan Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi
Nasional
20 jam yang lalu
PKS Dorong Pembentukan Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

6 Peran Kementerian Pertahanan dalam Reformasi Sosial dan Komitmen Bappenas Dukung Pembentukan 'Essential Force'

6 Peran Kementerian Pertahanan dalam Reformasi Sosial dan Komitmen Bappenas Dukung Pembentukan Essential Force
Kepala Bappenas/menteri PPN Suharso Monoarfa (kiri), menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) dalam rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Soedirman, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021). (foto: ist./bappenas)
Kamis, 14 Januari 2021 09:26 WIB
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa menuturkan, ada 6 peran kementerian Pertahanan/TNI dalam reformasi sosial penanganan pandemi Covid-19 yang tengah melanda bangsa Indonesia.

Keenam peran tersebut, Suharso merinci; (1) terlibat dalam reformasi sistem kesehatan nasional; (2) keterlibatan dalam reformasi sistem ketahanan bencana yaitu dengan meningkatkan kapasitas OMSP; (3) peningkatan dalam kesadaran bela negara; (4) peran aktif dalam penanganan covid 19 dengan melakukan kerjasama riset dan penggunaan laboratorium dalam pembuatan vaksin dan obat; (5) pengembangan satuan nuklir-biologi-kimia; dan (6) keterlibatan dalam penguatan ketahanan pangan yaitu pembangunan food estate di Kalimantan Tengah.

Hal tersebut disampaikan Suharso dalam rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Soedirman, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) kemarin.

Dalam rapat bersama menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu, Suharso menyatakan bahwa presentase pemenuhan essential force, presentase kontribusi industri pertahanan dan presentase ancaman yang dapat diatasi, harus diperhatikan sebagai bagian inti dari sasaran dan target pembangunan pertahanan tahun 2021.

Suharso menyatakan, Bappenas akan terus bersama Kementerian Pertahanan untuk memastikan essential force dapat terencana dan terbentuk dengan baik.

Keterangan Suharso yang dikutip GoNews.co, Kamis (14/1/2021) menyebut, Suharso juga menekankan perlunya ada pertumbuhan ekonomi nasional serta berubahnya peradaban yang disebabkan oleh pandemi covid 19 seperti berubahnya sistem kesehatan, akselerasi otomasi dan digitalisasi, meningkatnya peran artificial intelligence dan big data, adanya perubahan value chain secara global, adanya peningkatan telework dan green recovery.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww