Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Kesehatan
24 jam yang lalu
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
2
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
3
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
Kesehatan
23 jam yang lalu
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
4
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
Nasional
22 jam yang lalu
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
5
Soal Dana Mahar Pilkada Firdaus, Fauzi Kadir: Semua Sudah Selesai Jangan Dibikin Gaduh
Peristiwa
19 jam yang lalu
Soal Dana Mahar Pilkada Firdaus, Fauzi Kadir: Semua Sudah Selesai Jangan Dibikin Gaduh
6
Respon Ide Sultan Najamudin, Pencetus Tapanuli Nias Adventure Inginkan 'Sumatera Adventure' Terwujud
Peristiwa
16 jam yang lalu
Respon Ide Sultan Najamudin, Pencetus Tapanuli Nias Adventure Inginkan Sumatera Adventure Terwujud
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Gagal Mendarat di Pontianak, Pesawat Garuda dan Lion Air Dialihkan ke Batam hingga Palembang

Gagal Mendarat di Pontianak, Pesawat Garuda dan Lion Air Dialihkan ke Batam hingga Palembang
Ilustrasi Pesawat Garuda Dan Lion Air. (Foto: Tempo)
Kamis, 14 Januari 2021 18:40 WIB
JAKARTA - Pesawat maskapai Garuda Indonesia tujuan Pontianak gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak. Tidak hanya maskapai Garuda Indonesia, penerbangan rute Jakarta-Pontianak yang gagal mendarat juga dialami maskapai Lion, Rabu (14/1/2021) sore.

General Manajer PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak Eri Brawliantoro membenarkan hal tersebut.

"Dua maskapai yang dialihkan pendaratan (divert) disebabkan cuaca buruk," kata Eri Brawliantoro di Sungai Raya seperti dilansir dari ANTARA, Kamis (14/1/2021).

Kedua pesawat tersebut dengan kode penerbangan GA 504 miliki maskapai Garuda Indonesia, dan kode penerbangan JT 684 milik maskapai Lion Air terpaksa dialihkan mendarat di bandara lain.

"Divert (bukan di tujuan semula) dan RTB (Return to Base) atau pesawat yang sudah terbang untuk beberapa saat tetapi kembali lagi ke bandar udara awal atau bandar udara alternatif terdekat karena alasan tertentu, itu hal lumrah dalam dunia penerbangan, karena mengutamakan faktor keselamatan penerbangan," ungkapnya.

"Dampak cuaca buruk itu, untuk pesawat Lion Air dialihkan ke Batam, sedangkan pesawat Garuda dialihkan ke Palembang," katanya.

Selain dua pesawat itu, satu pesawat lainya milik Sriwijaya Air juga hampir mengalami hal serupa namun berhasil landing di Bandara Supadio Pontianak.

"Saat cuaca kurang baik tadi pesawat, Sriwijaya Air sempat landing. Itu karena cuacanya sempat terang sedikit dan jarak pandang sempat memenuhi standar. Sementara itu pesawat Batik Air sempat Holding. Kalau sudah begitu ada keputusan apakah akan landing atau divert," jelasnya.

Ia menyebutkan faktor cuaca ada beberapa, salah satunya karena angin atau visibility atau jarak pandang yang memang di bawah standar sehingga bisa mengganggu keselamatan penerbangan.

"Makanya setiap pengoperasian penerbangan pesawat perlu mengetahui cuaca yang mengacu pada BMKG. Data ini akan diteruskan kepada ATC maupun pilot salah satunya saat akan landing untuk mengambil keputusan apakah landing atau divert," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:ANTARA
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, DKI Jakarta, Kalimantan Barat
wwwwww