Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi

4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi
Presiden Jokowi dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Kamis, 21 Januari 2021 11:51 WIB
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi menyebut 4 sektor industri yang akan bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19.

"Pertanian, farmasi, teknologi, dan jasa keuangan," kata Jokowi dalam suatu acara virtual, Kamis (21/1/2021).

Untuk sektor farmasi, kata Jokowi, mungkin hampir 80-85 persen Indonesia masih melakukan impor.

Di sektor teknologi, Jokowi berharap, peluang untuk tak bergantung pada impor bisa dimanfaatkan.

"Saya kira ke depan kita memiliki kesempatan besar dalam membangun industri hulu sampai hilir untuk mobil listrik, lewat lithium baterai yang nikelnya kita memiliki. Ini saya kira peluang seperti ini harus kita lihat, harus didorong agar segera bisa kita laksanakan dan beri kontribusi yang besar bagi negara," kata Presiden.

Lalu, di sektor pertanian, Indonesia masih harus mengimpor dalam jumlah besar sejumlah komoditas seperti gula, kedelai, jagung, dan bawang putih. Presiden mendorong, kemampuan produksi di dalam negeri harus dibenahi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

"Bawang putih yang dulu tak impor karena di NTT, Wonosobo, Temanggung dulunya tanam bawang putih sekarang tidak, karena kalah bersaing, ini juga harus dibenahi," ujarnya dalam lansiran antaranews.com.

Karenanya, guna meningkatkan kapasitas produksi pangan dalam negeri, Jokowi mengajak para CEO untu bisa merancang kolaborasi kerjasama antara yang besar dengan para petani. "Sehingga komoditi-komoditi yang tadi saya sampaikan itu bisa kita selesaikan,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww