Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
Olahraga
14 jam yang lalu
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
2
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
Politik
12 jam yang lalu
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
3
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
Peristiwa
10 jam yang lalu
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
4
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
Politik
11 jam yang lalu
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
5
Amali Terharu Hastag Campur Tangan Menpora Jadi Trending Topik
Sepakbola
14 jam yang lalu
Amali Terharu Hastag Campur Tangan Menpora Jadi Trending Topik
6
PSS Tambah Amunisi Rekrut Pemain Argentina
Sepakbola
14 jam yang lalu
PSS Tambah Amunisi Rekrut Pemain Argentina
Home  /  Berita  /  Ekonomi

4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi

4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi
Presiden Jokowi dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Kamis, 21 Januari 2021 11:51 WIB
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi menyebut 4 sektor industri yang akan bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19.

"Pertanian, farmasi, teknologi, dan jasa keuangan," kata Jokowi dalam suatu acara virtual, Kamis (21/1/2021).

Untuk sektor farmasi, kata Jokowi, mungkin hampir 80-85 persen Indonesia masih melakukan impor.

Ads

Di sektor teknologi, Jokowi berharap, peluang untuk tak bergantung pada impor bisa dimanfaatkan.

"Saya kira ke depan kita memiliki kesempatan besar dalam membangun industri hulu sampai hilir untuk mobil listrik, lewat lithium baterai yang nikelnya kita memiliki. Ini saya kira peluang seperti ini harus kita lihat, harus didorong agar segera bisa kita laksanakan dan beri kontribusi yang besar bagi negara," kata Presiden.

Lalu, di sektor pertanian, Indonesia masih harus mengimpor dalam jumlah besar sejumlah komoditas seperti gula, kedelai, jagung, dan bawang putih. Presiden mendorong, kemampuan produksi di dalam negeri harus dibenahi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

"Bawang putih yang dulu tak impor karena di NTT, Wonosobo, Temanggung dulunya tanam bawang putih sekarang tidak, karena kalah bersaing, ini juga harus dibenahi," ujarnya dalam lansiran antaranews.com.

Karenanya, guna meningkatkan kapasitas produksi pangan dalam negeri, Jokowi mengajak para CEO untu bisa merancang kolaborasi kerjasama antara yang besar dengan para petani. "Sehingga komoditi-komoditi yang tadi saya sampaikan itu bisa kita selesaikan,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww