Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
'Dear' AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
Nasional
14 jam yang lalu
Dear AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
2
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
Olahraga
22 jam yang lalu
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
3
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
Olahraga
21 jam yang lalu
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
4
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Politik
24 jam yang lalu
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
5
Lukman, Pelatih Bertangan Dingin dan Pemegang Sertifikat IWF dan IOC
Olahraga
21 jam yang lalu
Lukman, Pelatih Bertangan Dingin dan Pemegang Sertifikat IWF dan IOC
6
Komentari Sebuah Berita, Bossman: "Kalau Golkar Boleh Nggak buat Bossman, Pak Mahfud?"
Politik
17 jam yang lalu
Komentari Sebuah Berita, Bossman: Kalau Golkar Boleh Nggak buat Bossman, Pak Mahfud?
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Dukcapil Terbitkan 3.549 KK Korban Gempa Sulbar

Dukcapil Terbitkan 3.549 KK Korban Gempa Sulbar
Ilustrasi KK. (foto: ist./fix indonesia)
Minggu, 31 Januari 2021 22:11 WIB
JAKARTA - Tim Dukcapil Kemendagri telah menerbitkan sebanyak 3.549 Kartu Keluarga (KK) pengganti bagi korban gempa bumi Sulawesi Barat yang KK-nya hilang atau rusak. Dukcapil juga telah menerbitkan sejumlah akta kematian korban.

Hal tersebut mengiringi kinerja Tim Dukcapil Pusat dan Daerah yang berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kolaborasi tim telah bekerja sejak 20 Januari 2021.

"Tercetak sebanyak 72 Akta Kematian yang terdiri dari 53 warga Mamuju, 13 Majene, 1 Mamuju Tengah, 1 Pasangkayu, dan 4 warga non Sulbar," kata Asep Firdaus, Ketua Tim Jemput Bola Ditjen Dukcapil Kemendagri di Sulbar, Minggu (31/01/2021).

Ads

Untuk warga non Sulbar, Asep mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Dukcapil daerah asal masing-masing korban untuk segera diterbitkan Akta Kematiannya secara elektronik.

"Lalu kami koordinasikan juga agar segera dikirimkan berkas PDF untuk dapat diserahkan kepada keluarga korban di Sulbar," kata dia.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah mengatakan, jajaran Kemendagri memberi perhatian tersendiri pada kebencanaan, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang diterjemahkan Mendagri Tito Karnavian dengan menerbitkan Surat Edaran terkait potensi bencana hidrometeorologi.

"Bencana harus diantisipasi oleh pemerintah daerah, tidak hanya kalau sudah terjadi, tapi sebelum itu (terjadi) sudah diantisipasi. Surat edaran sudah saya kirim, tapi pada kesempatan ini saya sampaikan, teman-teman kepala daerah jangan bersikap responsif, pada saat sudah kejadian, tetapi harus bersikap proaktif antisipatif," pesan Tito yang dikutip Zudan dalam keterangan resmi Dukcapil.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta, Sulawesi Barat
wwwwww