Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
'Dear' AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
Nasional
14 jam yang lalu
Dear AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
2
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
Olahraga
22 jam yang lalu
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
3
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya 'Perang'
Politik
24 jam yang lalu
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya Perang
4
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
Politik
24 jam yang lalu
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
5
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
Olahraga
20 jam yang lalu
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
6
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Politik
23 jam yang lalu
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Tembak Kepala DPO Judi di Depan Istri dan Anaknya di Sumbar, Kuasa Hukum: Polisi Sudah di Luar Batas

Tembak Kepala DPO Judi di Depan Istri dan Anaknya di Sumbar, Kuasa Hukum: Polisi Sudah di Luar Batas
Ilustrasi jenazah. (int)
Minggu, 31 Januari 2021 13:10 WIB
PADANG -- Aparat Satreskrim Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, menembak kepala buronan (DPO) kasus judi berinisial DG, sehingga tewas. Ironisnya, polisi menembak kepala DG di hadapan istri dan anak-anaknya.

Kuasa hukum keluarga dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pergerakan Indonesia, Guntur Abdurrahman, menyesalkan tindakan di luar batas yang dilakukan polisi terhadap warga Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan itu. Apa lagi, DG tidak melawan saat akan ditangkap.

''Tindakan yang dilakukan polisi sudah di luar batas. Ini adalah pembunuhan bukan lagi kesalahan prosedur dalam penangkapan,'' kata Guntur, Jumat (29/1/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

Ads

Guntur mendesak pihak kepolisian mengusut kasus tersebut secara transparan agar kasus serupa tidak terulang dan keluarga korban mendapatkan keadilan.

''Kita minta tindakan tegas bagi oknum polisi yang melakukan tindakan di luar batas itu,'' tegas Guntur.

''Kejadian ini sangat ironis sekali karena dilakukan di hadapan istri dan anak-anak korban,'' jelas Guntur.

Terkait tudingan polisi bahwa tindakan tegas itu dilakukan karena korban melawan juga dianggap tidak benar.

''Tidak ada korban melawan. Versi polisi disebutkan korban melawan yang menyebabkan polisi terluka. Itu tidak benar. Rekaman video yang kita punya, terlihat tidak ada polisi yang terluka,'' ungkapnya.

Tiga polisi diperiksa

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, terkait dengan kasus tersebut sudah ada tiga personel dari Satreskrim Polres Solok Selatan yang diperiksa.

''Ada tiga personel Satreskrim Polres Solok Selatan yang sedang diperiksa Propam dan Itwasda Polda Sumbar terkait meninggalnya buronan DG,'' terangnya saat dihubungi secara terpisah.

Adapun pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada kesalahan prosedur yang dilakukan dalam kasus penembakan itu.

Jika ditemukan adanya kesalahan, tentu akan ada saksi bagi anggotanya tersebut.

''Kalau nanti ada kesalahan tentu akan ada sanksi bagi personel tersebut. Kita akan lakukan pemeriksaan secara transparan,'' kata Stefanus.

Namun demikian, sebelumnya ia mengatakan bahwa tindakan tegas itu terpaksa dilakukan polisi karena DG melawan saat ditangkap.

Bahkan, salah satu anggotanya terluka akibat terkena sabetan parang dari buronan kasus perjudian itu.

''Tindakan tegas dilakukan karena tersangka melakukan perlawanan,'' kata Stefanus.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Hukum, Peristiwa
wwwwww