Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
Olahraga
13 jam yang lalu
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
2
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
Politik
11 jam yang lalu
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
3
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
Peristiwa
10 jam yang lalu
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
4
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
Politik
10 jam yang lalu
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
5
Amali Terharu Hastag Campur Tangan Menpora Jadi Trending Topik
Sepakbola
13 jam yang lalu
Amali Terharu Hastag Campur Tangan Menpora Jadi Trending Topik
6
PSS Tambah Amunisi Rekrut Pemain Argentina
Sepakbola
13 jam yang lalu
PSS Tambah Amunisi Rekrut Pemain Argentina
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Isu Kudeta AHY, Eks Waketum PD: Panik Berarti tak Berpengalaman

Isu Kudeta AHY, Eks Waketum PD: Panik Berarti tak Berpengalaman
Eks Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat, Max Sopacua. (Foto: Istimewa)
Selasa, 02 Februari 2021 15:50 WIB
JAKARTA - Max Sopacua mengaku kecewa dengan tudingan negatif dari kader Partai Demokrat kepadanya. Eks Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat itu mengatakan, tudingan yang menyebut dirinya berada di lingkaran Moeldoko untuk melakukan kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya menerka-nerka.

Oleh sebab itu, dirinya mengaku siap mempertahankan diri dengan melakukan debat terbuka di TV Nasional. "Saya siap debat soal itu (pengambilalihan Partai Demokrat) di TV," ujarnya, Selasa (2/2).

Max menambahkan, sebagai mantan kader, seharusnya pihak pengurus Partai Demokrat kini tak memandangnya rendah. Terlebih, merujuk beberapa tahun lalu, dengan membuang generasi tua sepertinya begitu saja.

Ads

"Di partai ini, sebenarnya saya bukan hanya abal-abal yang bisa disingkirkan begitu saja," ucapnya.

Max melanjutkan, permasalahan yang disebut AHY sebagai kudeta itu, hanya masalah partai. Sehingga, seharusnya diselesaikan semampunya oleh pemimpin dan tidak melibatkan pihak luar, apalagi Presiden Joko Widodo.

"Kok (AHY) malah panik?. Kalau panik, berarti tidak pengalaman," katanya.

Merujuk pada pernyataan AHY mengenai sosok pemimpin, ia menyinggungnya. Menurutnya, pemimpin yang hebat memang tidak lahir dari lautan tenang, melainkan lautan bergelombang.

"Nah sekarang masih tenang-tenang aja udah panik, apalagi gelombang gede nantinya," ujarnya.

Ketika ditanya kesaksian dari pihak Demokrat yang menyinggung namanya, ia menampiknya. Menurutnya, tak ada bukti jika dirinya bersama yang lain, termasuk Moeldoko, terlibat dalam upaya pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional.

"Mana buktinya? dia bisa membuktikan tidak bahwa saya bergabung dengan Moeldoko?" tanyanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Demokrat, AHY, menyebutkan jika gerakan yang ingin mengkudeta Demokrat diinisiasi lima orang. Lima orang tersebut, kata dia, terdiri dari satu orang kader aktif Demokrat. Satu lainnya adalah kader yang tidak aktif selama 6 tahun belakang.

Lalu, seorang mantan kader yang diberhentikan sejak sembilan tahun lalu karena kasus korupsi. Satu lainnya merupakan mantan kader yang keluar dari partai tiga tahun lalu.

"Sedangkan satunya adalah non kader partai dan seorang pejabat tinggi pemerintahan. Sedang kami mintakan konfirmasi kepada Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Max Sopacua diklaim Syarif Hasan menjadi salah satunya. Terlebih, merujuk ciri-ciri dari AHY, Max diketahui adalah mantan kader yang sudah keluar sejak 4 tahun lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Politik, DKI Jakarta
wwwwww