Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga Belum Ikuti Pertumbuhan Konsumsi Pemerintah

Konsumsi Rumah Tangga Belum Ikuti Pertumbuhan Konsumsi Pemerintah
Kepala BPS, Suhariyanto dalam rilis virtual, Jumat (5/2/2021). (gambar: tangkapan layar video bps)
Jum'at, 05 Februari 2021 14:11 WIB
JAKARTA - Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Suhariyanto mengatakan, seluruh komponen tumbuh negatif kecuali konsumsi pemerintah yang bisa tumbuh 1,94 persen yoy (year on year) pada 2020.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/2/2021), Suhariyanto mengatakan pertumbuhan konsumsi pemerintah terbantu oleh tingginya realisasi belanja barang dan jasa yang dilakukan kementerian/lembaga (K/L) pada triwulan III dan IV-2020.

Meski demikian konsumsi pemerintah ini turun dibandingkan periode 2019 yang tumbuh 3,26 persen karena adanya perlambatan realisasi belanja pegawai maupun perjalanan dinas.

"Konsumsi pemerintah hanya tumbuh 1,94 persen, karena terjadi penurunan belanja pegawai. Tidak ada pemberian insentif bagi pegawai di 2020 dan terjadi penurunan belanja dinas," kata Kepala BPS itu dikutip dari antaranews.com.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tercatat minus 2,63 persen karena masih rendahnya daya beli masyarakat, yang tercermin dari turunnya penjualan eceran minus 12,03 persen dan turunnya impor barang konsumsi minus 10,93 persen.

Selain itu konsumsi rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar PDB (produk domestik bruto) terpengaruh oleh turunnya penjualan mobil penumpang dan sepeda motor masing-masing minus 50,49 persen dan 43,54 persen.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Voli, Ekonomi, PON
wwwwww