Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Pura-pura Jual Minyak Tanah, KKB Tembak Suami-Istri, Ratusan Warga Intan Jaya Mengungsi ke Gereja

Pura-pura Jual Minyak Tanah, KKB Tembak Suami-Istri, Ratusan Warga Intan Jaya Mengungsi ke Gereja
Aparat TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan KKB, di Bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Papua (ilustrasi). (republika.co.id/antara/jeremias rahadat)
Rabu, 10 Februari 2021 08:31 WIB
JAYAPURA -- Sepasang suami-istri menjadi korban penembakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, pada Senin (8/2/2021) petang WIT.

Sebelum menembak Ramli dan istrinya, anggota KKB tersebut berpura-pura hendak menjual minyak tanah. KKB menembak Ramli lebih duluan, kemudian menembak istrinya. Pada Selasa (9/2), kedua korban dievakuasi ke Timika untuk mendapat perawatan intensif di RSUD Timika.

Pasca aksi penembakan terhadap Ramli dan istrinya oleh KKB, warga Bilogai dan sekitarnya dicekam ketakutan. Mereka kemudian memilih mengungsi ke gereja. Sedikitnya, 359 orang yang sebagian besar penduduk Bilogai, mengungsi ke gereja setelah terjadi penembakan terhadap warga sipil tersebut.

Dikutip dari Republika.co.id, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, ratusan warga memilih gereja sebagai tempat yang aman setelah ada aksi penembakan.

''Memang benar ada warga yang mengungsi dan anggota Polres Intan Jaya sudah mendatangi gereja yang menjadi tempat pengungsian, Selasa (9/2),'' kata Kamal di Kota Jayapura, Kamis (10/2).

Salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya mengakui dirinya bersama warga memilih mengungsi karena merasa takut dengan teror yang dilakukan KKB .

''Kami mendukung kehadiran TNI-Polri karena sejak KKB berada di sekitar kampung, warga senantiasa merasa ketakutan,'' kata Kamal mengutip pernyataan salah satu warga yang mengungsi.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Beladiri, Olympic, Nasional
wwwwww