Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
Peristiwa
8 jam yang lalu
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
2
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
Umum
22 jam yang lalu
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
3
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
Umum
24 jam yang lalu
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
4
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
5
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
6
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Home  /  Berita  /  Politik

Gus Jazil: Pendidikan Politik Kunci Implementasi Demokrasi yang Bermartabat

Gus Jazil: Pendidikan Politik Kunci Implementasi Demokrasi yang Bermartabat
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid saat menjadi narasumber dalam diskusi di Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 13 Februari 2021 00:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid mengatakan, pendidikan politik adalah kunci pelaksanaan demokrasi yang bermartabat. Demokrasi sebenarnya bagus dan murni, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat serta dijalankan penuh berdasar kedaulatan rakyat.

Tapi, memang ibarat obat yang dibuat untuk kebaikan tentu ada efek sampingnya.

Efek samping demokrasi itu adalah politik uang atau transaksional. Inilah yang harus diwaspadai dan dihindari dengan pendidikan politik yang baik dan benar kepada rakyat. Rakyat diarahkan untuk memilih partai politik (parpol) atau pimpinan daerah misalnya dengan melihat kepada kemampuannya, rekam jejaknya serta visi dan misinya.

Ads

Hal tersebut disampaikan Pimpinan MPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang biasa disapa Gus Jazil ini saat menjadi narasumber utama dalam acara Seminar Pengembangan Demokratisasi dan Partisipasi Politik Bagi Supra dan Infra Struktur Politik Kabupaten Bojonegoro bertema 'Melalui Harmonisasi Kita Tingkatkan Peran Supra dan Infra Struktur Politik Dalam Pembangunan Menuju Bojonegoro Yang Produktif dan Energik', di ruang pertemuan Angling Dharma, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (11/2/2021).

Hadir dalam acara yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat tersebut, Bupati Kabupaten Bojonegoro Anna Muawanah, Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Agung Handoyo, perwakilan partai-partai politik, perwakilan ormas dan organisasi wartawan se Kabupaten Bojonegoro.

Penerapan demokrasi yang mampu menghilangkan efek sampingnya lanjut Gus Jazil, akan berdampak besar kepada rakyat terutama di daerah. Rakyat akan memiliki pemimpin yang amanah dan mampu mengelola semua potensi kekayaan daerahnya sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

"Contohnya di Bojonegoro ini yang memiliki potensi kekayaan alam luarbiasa terutama minyak dan gas bumi (Migas). Bisa dibayangkan jika itu semua untuk rakyat," ujarnya.

Selanjutnya, tambah Gus Jazil, adalah harmonisasi. Seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, ormas, rakyat harus saling bersinergi untuk mencapai cita-cita bersama.

"Harmoni ini jangan dianggap remeh. Tubuh kita bekerja karena ada harmoni saling mendukung satu sama lain. Tanpa harmoni rusak tubuh kita. Begitu juga dengan kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya.

Gus Jazil melihat bahwa akar dari penerapan demokrasi yang membawa kemaslahatan adalah partai politik. Untuk itu, pria kelahiran Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur ini mengajak partai-partai politik untuk terus dan konsisten mencerdaskan rakyat dengan melakukan edukasi politik. Sebab, itulah tujuan dibentuknya parpol. Kalau sampai parpol tidak mampu melakukan itu, maka justru parpol hanya akan menjadi beban demokrasi.

"Itu memang tugas yang berat buat parpol tapi harus dilakukan demi rakyat, bangsa dan negara," ujarnya.***

wwwwww